Penjual sayur raih Magsaysay Award
Jum'at, 27 Juli 2012 - 09:16 WIB
Penjual sayur raih Magsaysay Award
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pedagang sayuran asal Taiwan, yang secara pribadi menyumbangkan lebih dari 7 juta dolar Taiwan (Rp2,2 miliar) ke berbagai yayasan untuk anak-anak, menjadi salah satu dari enam pemenang Ramon Magsaysay Award tahun ini.
Ramon Magsaysay Award Foundation menyebut sumbangan pedagang sayur itu, Chen Shu-chu, mencerminkan kasih sayang yang mendalam, konsisten dan tenang, serta telah mengubah hidup sejumlah warga Taiwan yang dibantunya.
Dari pendapatan hariannya sebagai pedagang sayur, Chen, yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas enam sekolah dasar dan tidur di lantai, mampu membantu membangun perpustakaan, memberi makan, dan menampung anak-anak yang berada dalam risiko dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
“Uang hanya berguna kalau digunakan bagi mereka yang membutuhkannya,” ujar Chen, seperti dikutip Reuters. “Saya bahagia ketika saya bisa membantu orang lain.”
Selain Chen, Magsaysay Awards juga dianugerahkan kepada Romulo Davide asal Filipina, Kulandei Francis asal India, Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh, Yang Saing Koma dari Kamboja, dan Ambrosius Ruwindrijarto dari Indonesia yang berjuang menghentikan pembalakan liar (illegal logging).
Ramon Magsaysay Award Foundation menyebut sumbangan pedagang sayur itu, Chen Shu-chu, mencerminkan kasih sayang yang mendalam, konsisten dan tenang, serta telah mengubah hidup sejumlah warga Taiwan yang dibantunya.
Dari pendapatan hariannya sebagai pedagang sayur, Chen, yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas enam sekolah dasar dan tidur di lantai, mampu membantu membangun perpustakaan, memberi makan, dan menampung anak-anak yang berada dalam risiko dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
“Uang hanya berguna kalau digunakan bagi mereka yang membutuhkannya,” ujar Chen, seperti dikutip Reuters. “Saya bahagia ketika saya bisa membantu orang lain.”
Selain Chen, Magsaysay Awards juga dianugerahkan kepada Romulo Davide asal Filipina, Kulandei Francis asal India, Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh, Yang Saing Koma dari Kamboja, dan Ambrosius Ruwindrijarto dari Indonesia yang berjuang menghentikan pembalakan liar (illegal logging).
()