Ri Sol-Ju, pendamping pemimpin Korut
Kamis, 26 Juli 2012 - 12:25 WIB
Ri Sol-Ju, pendamping pemimpin Korut
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un diberitakan telah menikah dengan Ri Sol-Ju. Seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan (Korsel) Rabu 25 Juli. Pasangan itu kembali terlihat di depan publik untuk meresmikan sebuah taman rekreasi di pulau kecil di Rungna. Sayangnya pemerintah Korut belum menggungkapkan dengan jelas perihal pernikahan Kim Jong-Un.
Direktur Institut Ekonomi Georgy Toloraya mengatakan, pemberitan ini menandai pergeseran transparansi kebijakan nasional Korut. Dibanding dengan dua pemimpin Korut sebelumnya Kim Jong-Un lebih sering terlihat di depan publik bersama istrinya.
"Penampilan pasangan ini menjadi sebuah ilustrasi baru. Kim Jong Un telah menentukan sebuah kebijakan baru dalam pemerintahanya, yaitu lebih transparan, lebih dekat dengan masyarakat sebagai sebuah upaya untuk membatasi kekuasaan militer," ungkap Toloraya seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (26/7/2012).
Sementara itu, seorang pengamat politik lain di Korut, Konstantin Asmolov mengungkapkan sejauh ini tidak ada perubahan drastis yang telah terjadi di Korut. "Korut sempat dikelilingi oleh mitos dan kabar miring selama beberapa waktu. Kini masyarakat kembali mengaitkan kabar pernikahan tersebut dengan transisi kekuasaan ini," ungkap Asmolov.
Direktur Institut Ekonomi Georgy Toloraya mengatakan, pemberitan ini menandai pergeseran transparansi kebijakan nasional Korut. Dibanding dengan dua pemimpin Korut sebelumnya Kim Jong-Un lebih sering terlihat di depan publik bersama istrinya.
"Penampilan pasangan ini menjadi sebuah ilustrasi baru. Kim Jong Un telah menentukan sebuah kebijakan baru dalam pemerintahanya, yaitu lebih transparan, lebih dekat dengan masyarakat sebagai sebuah upaya untuk membatasi kekuasaan militer," ungkap Toloraya seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (26/7/2012).
Sementara itu, seorang pengamat politik lain di Korut, Konstantin Asmolov mengungkapkan sejauh ini tidak ada perubahan drastis yang telah terjadi di Korut. "Korut sempat dikelilingi oleh mitos dan kabar miring selama beberapa waktu. Kini masyarakat kembali mengaitkan kabar pernikahan tersebut dengan transisi kekuasaan ini," ungkap Asmolov.
()