10 tewas akibat banjir di Beijing
Minggu, 22 Juli 2012 - 16:55 WIB
10 tewas akibat banjir di Beijing
A
A
A
Sindonews.com - Tingginya curah hujan di ibu kota China memaksa sedikitnya 30 ribu penduduk dari distrik Fangshan, Huairou, Mentougou, Miyun, dan Yanqing, mengungsi sejak pada pukul 4 pagi.
Seperti dilaporkan Xin Hua, Minggu (22/7/2012), curah hujan tertinggi tercatat mencapai 460 mm di distrik Fangshan. Tingginya curah hujan telah menyebabkan banjir di seluruh wilayah Ibu kota.
Akibat banjir lalu lintas padam, akses internet dan telekomunikasi ikut terputus. Selain itu aktivitas lalu lintas di 12 kota ikut lumpuh.
Selain itu, rute perjalanan kereta api dari Beijing menuju Guangzhou terpaksa dihentikan karena jalur rel yang menghubungkan kedua wilayah tersebut terendam air.
Curah hujan kali ini merupakan curah hujan terparah dalam enam dekade terakhir. Pemerintah Beijing sampai saat ini telah melaporkan 10 kematian, beberapa di antara mereka dilaporkan tewas karena sengatan listrik, tersambar petir dan tertimpa pepohonan.
Kini curah hujan mulai menurun, sebanyak 12 orang penduduk tengah berusaha mengeringkan 1 juta kubik air yang masih mengenang di jalanan, sebagian kota telah berhasil di bersihkan pagi ini.
Sebelumnya, Badan perkiraan cuaca China memperkirakan curah hujan yang tinggi hanya akan berlangsung hingga Minggu pagi.
Sabtu malam, sebanyak 475 penerbangan sempat dibatalkan, sementara lebih dari 80 penerbangan di tangguhkan. Pihak bandara memberitakan, aktivitas penerbangan akan kembali dilanjutkan setelah curah hujan menurun.
Seperti dilaporkan Xin Hua, Minggu (22/7/2012), curah hujan tertinggi tercatat mencapai 460 mm di distrik Fangshan. Tingginya curah hujan telah menyebabkan banjir di seluruh wilayah Ibu kota.
Akibat banjir lalu lintas padam, akses internet dan telekomunikasi ikut terputus. Selain itu aktivitas lalu lintas di 12 kota ikut lumpuh.
Selain itu, rute perjalanan kereta api dari Beijing menuju Guangzhou terpaksa dihentikan karena jalur rel yang menghubungkan kedua wilayah tersebut terendam air.
Curah hujan kali ini merupakan curah hujan terparah dalam enam dekade terakhir. Pemerintah Beijing sampai saat ini telah melaporkan 10 kematian, beberapa di antara mereka dilaporkan tewas karena sengatan listrik, tersambar petir dan tertimpa pepohonan.
Kini curah hujan mulai menurun, sebanyak 12 orang penduduk tengah berusaha mengeringkan 1 juta kubik air yang masih mengenang di jalanan, sebagian kota telah berhasil di bersihkan pagi ini.
Sebelumnya, Badan perkiraan cuaca China memperkirakan curah hujan yang tinggi hanya akan berlangsung hingga Minggu pagi.
Sabtu malam, sebanyak 475 penerbangan sempat dibatalkan, sementara lebih dari 80 penerbangan di tangguhkan. Pihak bandara memberitakan, aktivitas penerbangan akan kembali dilanjutkan setelah curah hujan menurun.
()