Rusia kecam sanksi militer resolusi PBB
Jum'at, 20 Juli 2012 - 14:09 WIB
Rusia kecam sanksi militer resolusi PBB
A
A
A
Sindonews.com – Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vitaly Churkin mengecam resolusi Barat untuk Suriah akan mengalirkan dukungan pada kelompok teroris Suriah. Draf proposal resolusi yang diusulkan Inggris terkesan konyol, dimana dua poin yang mereka tawarkan bertentangan satu sama lain.
Resolusi tersebut bertujuan untuk menjatuhkan sanksi militer terhadap Pemerintah Bashar al-Assad jika gagal melakukan gencatan senjata dan menarik semua alat berat dari beberapa kota besar di Suriah dalam 10 hari ke depan. Selain itu, Resolusi tersebut juga mengizinkan pengunaan senjata untuk mencegah meluasnya konflik agar tidak meluas.
Penjatuhan sanksi terhadap Suriah saat ini dinilai bukan langkah yang tepat. Churkin menambahkan, kami tidak akan mendukung tindakan merugikan negara lain dan tidak sejalan dengan kepentingan rakyat Suriah. Sebagaimana dilansir RIA Novosti, Jumat (20/7/2012).
Churkin mengambarkan apa yang terjadi di Suriah sebagai pertempuran geopolitik. Seharusnya masyarakat internasional fokus mendukung utusan PBB, Kofi Annan dalam mengamankan Suriah. Selain itu, da juga memperingatkan negara manapun yang berusaha mengalihkan perhatian dunia atas rencana yang diajukan Annan.
Churkin kembali menegaskan, Rusia akan selalu menentang intervensi militer di Suriah. Seperti dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya, negara ini tidak akan membiarkan skenario Libya terulang kembali di Suriah. Ketika itu, mantan diktator Libya, Muammar Kadafi tewas setelah kampanye militer North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Resolusi tersebut bertujuan untuk menjatuhkan sanksi militer terhadap Pemerintah Bashar al-Assad jika gagal melakukan gencatan senjata dan menarik semua alat berat dari beberapa kota besar di Suriah dalam 10 hari ke depan. Selain itu, Resolusi tersebut juga mengizinkan pengunaan senjata untuk mencegah meluasnya konflik agar tidak meluas.
Penjatuhan sanksi terhadap Suriah saat ini dinilai bukan langkah yang tepat. Churkin menambahkan, kami tidak akan mendukung tindakan merugikan negara lain dan tidak sejalan dengan kepentingan rakyat Suriah. Sebagaimana dilansir RIA Novosti, Jumat (20/7/2012).
Churkin mengambarkan apa yang terjadi di Suriah sebagai pertempuran geopolitik. Seharusnya masyarakat internasional fokus mendukung utusan PBB, Kofi Annan dalam mengamankan Suriah. Selain itu, da juga memperingatkan negara manapun yang berusaha mengalihkan perhatian dunia atas rencana yang diajukan Annan.
Churkin kembali menegaskan, Rusia akan selalu menentang intervensi militer di Suriah. Seperti dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya, negara ini tidak akan membiarkan skenario Libya terulang kembali di Suriah. Ketika itu, mantan diktator Libya, Muammar Kadafi tewas setelah kampanye militer North Atlantic Treaty Organization (NATO).
()