Morsi berikan amnesti revolusioner Mesir
Jum'at, 20 Juli 2012 - 10:35 WIB
Morsi berikan amnesti revolusioner Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohamed Morsi memerintahkan pembebasan 572 orang yang ditahan oleh Angkatan Darat sejak revolusi tahun lalu.
Presiden baru menjabat ini telah memerintahkan kepada pengadilan militer untuk memberikan amnesti kepada mereka yang ditahan karena terlibat dalam revolusi Mesir tahun lalu.
Morsi sebelumnya telah memerintahkan pembentukan sebuah komite untuk menyelidiki warga Mesir yang tidak melakukan aksi kriminal dalam peberontakan tahun lalu. Militer Mesir mengatakan mereka telah menahan sebanyak 11.879 orang. Setelah Morsi Berkuasa sebanyak 9.714 orang telah dibebaskan.
Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) dan sebuah lembaga Mesir telah menyerukan untuk mengakhiri penahanan warga sipil Mesir.
"Hukum internasional jelas membeku dalam kasus ini. Penduduk sipil, terlepas dari kejahatan, tidak seharusnya di adili di mahkamah militer," ungkap Sarah Leah Whitson Direktur HAM Timur Tengah dan Afrika Utara seperti diberitakan dalam Presstv, Jumat (20/7/2012).
Lembaga HAM itu mengatakan, penangkapan dan pengadilan militer bagi penduduk sipil terus berlanjut meskipun pada 30 Juni lalu kekuasaan militer telah dipindahkan kepada pihak sipil.
Pengambilan sumpah Morsi pada 30 Juni lalu telah mengunci kekuatan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir.
Sementara itu, akhir pekan lalu para pendukung Morsi berkumpul di alun alun kota Kairo menuntut pengembalian anggota parlemen Mesir yang dibubarkan oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir.
Anggota parlemen Mesir yang di dominasi oleh Ikhwanul Muslimin ini dibubarkan mengacu putusan oleh Mahkamah Agung Konstitusi, berdasarkan putusan oleh militer, dua hari menjelang pemilihan presiden Mesir.
Presiden baru menjabat ini telah memerintahkan kepada pengadilan militer untuk memberikan amnesti kepada mereka yang ditahan karena terlibat dalam revolusi Mesir tahun lalu.
Morsi sebelumnya telah memerintahkan pembentukan sebuah komite untuk menyelidiki warga Mesir yang tidak melakukan aksi kriminal dalam peberontakan tahun lalu. Militer Mesir mengatakan mereka telah menahan sebanyak 11.879 orang. Setelah Morsi Berkuasa sebanyak 9.714 orang telah dibebaskan.
Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) dan sebuah lembaga Mesir telah menyerukan untuk mengakhiri penahanan warga sipil Mesir.
"Hukum internasional jelas membeku dalam kasus ini. Penduduk sipil, terlepas dari kejahatan, tidak seharusnya di adili di mahkamah militer," ungkap Sarah Leah Whitson Direktur HAM Timur Tengah dan Afrika Utara seperti diberitakan dalam Presstv, Jumat (20/7/2012).
Lembaga HAM itu mengatakan, penangkapan dan pengadilan militer bagi penduduk sipil terus berlanjut meskipun pada 30 Juni lalu kekuasaan militer telah dipindahkan kepada pihak sipil.
Pengambilan sumpah Morsi pada 30 Juni lalu telah mengunci kekuatan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir.
Sementara itu, akhir pekan lalu para pendukung Morsi berkumpul di alun alun kota Kairo menuntut pengembalian anggota parlemen Mesir yang dibubarkan oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir.
Anggota parlemen Mesir yang di dominasi oleh Ikhwanul Muslimin ini dibubarkan mengacu putusan oleh Mahkamah Agung Konstitusi, berdasarkan putusan oleh militer, dua hari menjelang pemilihan presiden Mesir.
()