Presiden Timor Leste hadiri konferensi Mozambique
Selasa, 17 Juli 2012 - 09:26 WIB
Presiden Timor Leste hadiri konferensi Mozambique
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak nekat melakukan kunjungan kerja ke Mozambique. Kunjungan itu sempat menuai reaksi protes, karena kerusuhan sedang terjadi di dalam negeri.
Kepala Staf Kepresidenan Fidelis Marghelhaes mengatakan, Presiden akan meninggalkan Timor Timur, hari ini untuk menghadiri konferensi di Mozambik.
“Keputusan Presiden melanjutkan perjalanannya menunjukkan Presiden memiliki kepercayaan penuh atas keamanan dan para pemimpin politik di negaranya,” ujar Fidelis seperti diberitakan dalam RadioAustralia, Selasa (17/7/2012).
Dia menambahkan, pemimpin partai politik telah menyerukan demostran untuk menghentikan aksi demonstrasi.
Seperti diketahui, Senin 16 Juli 2012, seorang demonstran tewas di markas Partai Kongres Pembangunan Kembali Timor Leste CNRT.
Aksi demonstrasi dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao yang menyatakan, pemerintahnya akan berkoalisi dengan Democratic Party dan Partai Frente Reform.
CNRT meyakini, pemerintahan koalisi berikutnya akan lebih baik dari pemerintahan koalisi lima tahun sebelumnya.
Kepala Staf Kepresidenan Fidelis Marghelhaes mengatakan, Presiden akan meninggalkan Timor Timur, hari ini untuk menghadiri konferensi di Mozambik.
“Keputusan Presiden melanjutkan perjalanannya menunjukkan Presiden memiliki kepercayaan penuh atas keamanan dan para pemimpin politik di negaranya,” ujar Fidelis seperti diberitakan dalam RadioAustralia, Selasa (17/7/2012).
Dia menambahkan, pemimpin partai politik telah menyerukan demostran untuk menghentikan aksi demonstrasi.
Seperti diketahui, Senin 16 Juli 2012, seorang demonstran tewas di markas Partai Kongres Pembangunan Kembali Timor Leste CNRT.
Aksi demonstrasi dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao yang menyatakan, pemerintahnya akan berkoalisi dengan Democratic Party dan Partai Frente Reform.
CNRT meyakini, pemerintahan koalisi berikutnya akan lebih baik dari pemerintahan koalisi lima tahun sebelumnya.
()