Warga Gaza diizinkan kunjungi kerabat di penjara Israel
Senin, 16 Juli 2012 - 17:32 WIB
Warga Gaza diizinkan kunjungi kerabat di penjara Israel
A
A
A
Sindonews.com - Warga Gaza untuk kali pertama mengunjungi warga Palestina yang ditahan di penjara Israel setelah lima tahun terakhir. Itu pertemuan pertama sejak pemerintah Israel melarang pihak keluarga melakukan kunjungan Juni 2007.
Hari ini, sekelompok orang yang difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Palestina berkumpul di persimpangan Erez Jalur Gaza bagian utara, bersiap menuju penjara Ramun di Tel Aviv, Israel.
"Kunjungan ini merupakan yang pertama. Kami berharap semua keluarga yang ditahan boleh dikunjungi oleh keluarga mereka," ungkap ICRC seperti diberitakan Presstv, Senin (16/7/2012).
Pihak ICRC telah berulang kali menyerukan kepada pihak Israel agar kembali mengizinkan pihak keluarga melakukan kunjungan bagi para tahanan Palestina. Berdasarkan hukum internasional, pemerintah Israel berkewajiban mengizinkan keluarga para tahanan mengunjungi tahanan.
"Saya sangat gembira, Anda tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan saya setelah lima tahun tidak bertemu dengan anak saya," ungkap ayah Muhammad, seorang yang ditahan di penjara Ramun.
Sementara itu, juru bicara Layanan Penjara Israel (IPS) mengatakan 24 tahanan Palestina dari Gaza akan menerima kerabat selama beberapa jam.
Sejak 17 April 2012 tercatat lebih dari 1.500 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan secara terbuka. Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap penahanan administratif dan sel isolasi yang dilakukan oleh rezim Tel Aviv. Selain itu, mereka juga menuntut pengembalian izin kunjungan keluarga dari Jalur Gaza.
Penahanan administratif dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina, memungkinkan pasukan rezim untuk membuat penahanan tanpa tuduhan resmi selama enam bulan. Namun, perintah penahanan dapat diperpanjang sampai jangka waktu yang tidak ditentukan.
Para tahanan pada 14 Mei lalu, mengakhiri aksi mogok makan setelah Israel menyetujui proposal Mesir. Pemerintah Israel mengatakan mereka setuju memindahkan tahanan Palestina dari kurungan isolasi ke sel-sel biasa dan mengizinkan kembali kunjungan keluarga.
Hari ini, sekelompok orang yang difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Palestina berkumpul di persimpangan Erez Jalur Gaza bagian utara, bersiap menuju penjara Ramun di Tel Aviv, Israel.
"Kunjungan ini merupakan yang pertama. Kami berharap semua keluarga yang ditahan boleh dikunjungi oleh keluarga mereka," ungkap ICRC seperti diberitakan Presstv, Senin (16/7/2012).
Pihak ICRC telah berulang kali menyerukan kepada pihak Israel agar kembali mengizinkan pihak keluarga melakukan kunjungan bagi para tahanan Palestina. Berdasarkan hukum internasional, pemerintah Israel berkewajiban mengizinkan keluarga para tahanan mengunjungi tahanan.
"Saya sangat gembira, Anda tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan saya setelah lima tahun tidak bertemu dengan anak saya," ungkap ayah Muhammad, seorang yang ditahan di penjara Ramun.
Sementara itu, juru bicara Layanan Penjara Israel (IPS) mengatakan 24 tahanan Palestina dari Gaza akan menerima kerabat selama beberapa jam.
Sejak 17 April 2012 tercatat lebih dari 1.500 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan secara terbuka. Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap penahanan administratif dan sel isolasi yang dilakukan oleh rezim Tel Aviv. Selain itu, mereka juga menuntut pengembalian izin kunjungan keluarga dari Jalur Gaza.
Penahanan administratif dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina, memungkinkan pasukan rezim untuk membuat penahanan tanpa tuduhan resmi selama enam bulan. Namun, perintah penahanan dapat diperpanjang sampai jangka waktu yang tidak ditentukan.
Para tahanan pada 14 Mei lalu, mengakhiri aksi mogok makan setelah Israel menyetujui proposal Mesir. Pemerintah Israel mengatakan mereka setuju memindahkan tahanan Palestina dari kurungan isolasi ke sel-sel biasa dan mengizinkan kembali kunjungan keluarga.
()