Xanana tak mau rangkul Freitilin
Senin, 16 Juli 2012 - 14:44 WIB
Xanana tak mau rangkul Freitilin
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao akan membentuk pemerintahan koalisi yang mengecualikan kelompok oposisi utama Freitilin.
Xanana yang berasal dari Partai Kongres Pembangunan Kembali Timor Leste (CNRT) mengatakan, pemerintahnya akan berkoalisi dengan Democratic Party dan Partai Frente Reform.
"Kami telah membuat keputusan. CNRT meyakini pemerintahan koalisi berikutnya akan lebih baik dari pemerintahan koalisi lima tahun sebelumnya," ungkap Xanana seperti diberitakan dalam ABC, Senin (16/7/2012).
Saksi mata mengatakan, pendukung Freitilin yang marah melempari mobil yang berada di markas CNRT setelah keputusan itu diumumkan. Tidak ada laporan korban dalam isiden ini dan situasi tampak terkendali.
Mahkamah Agung Timor Leste akan segara mengumumkan keputusan ini secara resmi Selasa 17 Juli besok. Rencana ini disampaikan Xanana setelah ia berhasil memenangkan pemilu parlemen pekan lalu.
Dalam kampanyenya, Xanana menyiapkan rencana pembangunan strategis untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan pertanian guna mengatasi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup senilai USD10 miliar.
Xanana yang berasal dari Partai Kongres Pembangunan Kembali Timor Leste (CNRT) mengatakan, pemerintahnya akan berkoalisi dengan Democratic Party dan Partai Frente Reform.
"Kami telah membuat keputusan. CNRT meyakini pemerintahan koalisi berikutnya akan lebih baik dari pemerintahan koalisi lima tahun sebelumnya," ungkap Xanana seperti diberitakan dalam ABC, Senin (16/7/2012).
Saksi mata mengatakan, pendukung Freitilin yang marah melempari mobil yang berada di markas CNRT setelah keputusan itu diumumkan. Tidak ada laporan korban dalam isiden ini dan situasi tampak terkendali.
Mahkamah Agung Timor Leste akan segara mengumumkan keputusan ini secara resmi Selasa 17 Juli besok. Rencana ini disampaikan Xanana setelah ia berhasil memenangkan pemilu parlemen pekan lalu.
Dalam kampanyenya, Xanana menyiapkan rencana pembangunan strategis untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan pertanian guna mengatasi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup senilai USD10 miliar.
()