Suku Indian rebut kembali haknya di AS

Selasa, 19 Juni 2012 - 12:16 WIB
Suku Indian rebut kembali...
Suku Indian rebut kembali haknya di AS
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) diwajibkan Mahkamah Agung untuk membayar kerugian yang diderita suku-suku pribumi sejak tahun 1994. Pasalnya, sejak 1994 suku-suku asli Amerika ini tidak mendapatkan ganti rugi penuh untuk menjalankan program pemerintah federal AS sesuai Undang-undang penentuan nasib tahun 1975.

"Sejalan dengan prinsip yang telah berjalan sejak lama sesuai dengan hukum yang telah disepakati, Pemerintah harus membayar ganti rugi uang suku-suku pribumi dalam menjalani program pemerintah," ungkap Hakim Agung Sonya Sotomayor dalam keterangan tertulisnya, seperti diberitakan Presstv, Selasa (19/6/2012).

Sesuai Undang-undang penentuan nasib tahun 1975 suku pribumi diwajibkan menjalankan kegiatan pelayanan publik menggantikan fungsi pemerintah dimana mereka tinggal. Program pemerintah federal yang wajib dijalankan suku pribumi termasuk menjaga keamanan tanah air, perlindungan lingkungan, dan pendidikan.

Berdasarkan UU penentuan nasib tahun 1975, Pemerintah AS akan mengganti uang yang telah dikeluarkan suku pribumi dalam menjalani kewajiban program pemerintah federal. Namun dalam perjalanannya, pada tahun 1994, pemerintah mengubah sistem pembayaran. Pemerintah tidak lagi membayar ganti rugi secara penuh, namun hanya membayar untuk tiap plafon.

Keputusan Mahkamah Agung merupakan kemenangan besar bagi suku Navajo dan beberapa suku Indian lainnya. Suku-suku ini merasa diperlakukan tidak adil oleh Departemen Dalam Negeri.

Jonathan Cohn, pengacara dari firma hukum Sidley Austin yang membantu suku pribumi AS memperjuangkan haknya mengatakan, "Ini merupakan sebuah kemenangan besar bagi suku pribumi. Setelah ini pemerintah harus memastikan menjalankan komitmen yang telah mereka sepakati.”
()
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
4 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
5 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
6 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved