Presiden Afghanistan-UNODC cari solusi basmi opium

Rabu, 30 Mei 2012 - 12:39 WIB
Presiden Afghanistan-UNODC...
Presiden Afghanistan-UNODC cari solusi basmi opium
A A A
Sindonews.com - Direktur Penanganan Narkoba United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Yuri Fedotov secara khusus mengunjungi Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Selasa, 29 Mei 2012. Pertemuan itu untuk mencari solusi mengatasi peningkatan produksi obat-obatan terlarang.

"Kedatangan saya kali ini ke Afghanistan dalam rangka menyampaikan pesan kepada pihak berwenang Afghanistan apa yang seharusnya mereka lakukan. Tidak harus dilakukan oleh departemen pemerintah, tetapi oleh semua aparat pemerintah,"ungkap Fedotov seperti diberitakan dalam Presstv, Kamis (30/5/2012).

Dalam pertemuan itu, Fedotov mengatakan, pada 2011, Afghanistan tidak berhasil memberantas produksi opium di negaranya. Namun, pernyataan Fedotov itu membuat Presiden Hamid Karzai angkat bicara.

"Pemerintah Afghanistan selalu disalahkan sementara orang lain yang mendapat keuntungan. Anda tahu bahwa mustahil bagi pemerintah Afghanistan menghentikan pertumbuhan tanaman tersebut," ungkap Presiden Afghanistan Hamid Karzai

Sebelumnya, Fedotov mengatakan, UNODC akan mengucurkan USD 117 juta untuk mensukseskan program pemberantasan obat-obatan terlarang di Afghanistan.

Sejak Amerika Serikat menginvasi Afghanistan 2001, produksi opium terus meningkat. Kelompok militan menggunakan uang hasil penjualan opium untuk pembelian senjata dan amunisi. Produksi opium terbesar di Afghanistan tersebar di lima provinsi, Badghis, Farah, Helmand, Kandahar, dan Uruzgan, wilayah yang paling tidak aman di Afghanistan.

Berdasarkan Survei yang dilakukan oleh UNODC 2011 hasil penjualan opium mengalami peningkatan sebesar 7 persen dibanding 2011. Hasil penjualan opium 2011 mencapai USD 1,5 miliar, jumlah tersebut sepersepuluh dari pendapatan pemerintah Afghanistan.
()
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
46 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved