Kecewa rezim lama, pendemo bakar kantor capres Mesir
Selasa, 29 Mei 2012 - 17:38 WIB
Kecewa rezim lama, pendemo bakar kantor capres Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok orang yang kesal dengan kemenangan Ahmed Shafiq dalam Pemilu Presiden putaran pertama membuat kericuhan di Kairo, Mesir. Senin malam, mereka membakar sebuah gedung di distrik Dokki, Kairo, Mesir.
Seperti disiarkan dalam siaran TV Al-hayat, petugas kebakaran bergerak cepat memadamkan kobaran api yang membakar sebuah gedung pusat kampanye Shafiq. Shafiq diperkirakan menderita kerugian mencapai USD 130.000. Beruntung tidak ada korban tewas kericuhan ini.
Kepolisian Kairo menangkap delapan orang pengunjuk rasa yang memicu para demonstran melakukan aksi pembakaran gedung kampanye milik Syafiq.
Komisi Pemilihan Umum Mesir telah mengumumkan bahwa Ahmed Shafiq dan kandidat dari Ikhwanul Muslim, Mohammed Mursi akan maju dalam Pemilu Presiden putaran kedua pada 16 dan 17 Juni mendatang. Kemenangan Morsi atas Syafiq hanya berselisih tipis. Morsi menang 24,3 persen suara sementara Syafiq 23,3, persen suara
Bagi sebagian orang, sosol Syafiq (70) dianggap sebagai simbol otokrasi masa lalu. Dalam kampanyenya ia berjanji akan menbuat Mesir kembali aman.
Kelompok Ikhwanul Muslim memainkan peranan penting dalam mengulingkan kekuasaan presiden Mubarak tahun lalu.
"Mereka menentang rezim lama kembali berkuasa di Mesir. Rezim lama tidak boleh kembali berkuasa di Mesir karena akan mengganggu keamanan negara dan menghambat revolusi Mesir," ungkap kelompok Ikhwanul Muslim seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (29/5/2012)
Mereka ditahan karena mereka mengambil sejumlah poster kampanye dan properti yang berada di dalam gedung.
Pihak kepolisian masih mencari tahu siapa orang yang menggerakkan massa untuk melakukan aksi pembakaran. Syafiq adalah kandidat presiden yang melakukan kampanye dengan tertib. Melalui aksi anarkistis ini ia justru akan semakin diuntungkan.
Sementara itu, di lokasi berbeda di alun-alun Tahrir, ratusan orang menggelar aksi demonstrasi memprotes hasil pemilu. Ratusan orang tetap bertahan walaupun sudah tengah malam. Aksi protes juga berlangsung di Alexandria. Pendukung sayap kiri, Hamdeen Sabahi mengelar protes karena jagoan mereka tidak dapat melanjutkan persaingan ke putaran berikutnya.
Seperti disiarkan dalam siaran TV Al-hayat, petugas kebakaran bergerak cepat memadamkan kobaran api yang membakar sebuah gedung pusat kampanye Shafiq. Shafiq diperkirakan menderita kerugian mencapai USD 130.000. Beruntung tidak ada korban tewas kericuhan ini.
Kepolisian Kairo menangkap delapan orang pengunjuk rasa yang memicu para demonstran melakukan aksi pembakaran gedung kampanye milik Syafiq.
Komisi Pemilihan Umum Mesir telah mengumumkan bahwa Ahmed Shafiq dan kandidat dari Ikhwanul Muslim, Mohammed Mursi akan maju dalam Pemilu Presiden putaran kedua pada 16 dan 17 Juni mendatang. Kemenangan Morsi atas Syafiq hanya berselisih tipis. Morsi menang 24,3 persen suara sementara Syafiq 23,3, persen suara
Bagi sebagian orang, sosol Syafiq (70) dianggap sebagai simbol otokrasi masa lalu. Dalam kampanyenya ia berjanji akan menbuat Mesir kembali aman.
Kelompok Ikhwanul Muslim memainkan peranan penting dalam mengulingkan kekuasaan presiden Mubarak tahun lalu.
"Mereka menentang rezim lama kembali berkuasa di Mesir. Rezim lama tidak boleh kembali berkuasa di Mesir karena akan mengganggu keamanan negara dan menghambat revolusi Mesir," ungkap kelompok Ikhwanul Muslim seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (29/5/2012)
Mereka ditahan karena mereka mengambil sejumlah poster kampanye dan properti yang berada di dalam gedung.
Pihak kepolisian masih mencari tahu siapa orang yang menggerakkan massa untuk melakukan aksi pembakaran. Syafiq adalah kandidat presiden yang melakukan kampanye dengan tertib. Melalui aksi anarkistis ini ia justru akan semakin diuntungkan.
Sementara itu, di lokasi berbeda di alun-alun Tahrir, ratusan orang menggelar aksi demonstrasi memprotes hasil pemilu. Ratusan orang tetap bertahan walaupun sudah tengah malam. Aksi protes juga berlangsung di Alexandria. Pendukung sayap kiri, Hamdeen Sabahi mengelar protes karena jagoan mereka tidak dapat melanjutkan persaingan ke putaran berikutnya.
()