AS ancam hapus dana bantuan untuk Pakistan
Rabu, 23 Mei 2012 - 19:00 WIB
AS ancam hapus dana bantuan untuk Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Frustasi karena pemerintah Pakistan tidak kunjung membuka rute distribusi ke Afghanistan bagi pasukan NATO, pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya mengancam akan melakukan pemotongan bantuan dan manahan aset Pakistan.
Acaman yang dikeluarkan AS mencerminkan rasa frustasi karena sebulan dialog antara Pakistan dan AS tidak kunjung menemukan jalan keluar. Bahkan, KTT NATO di Chicago tidak bisa menjadi tempat yang pantas untuk menyelesaikan kebuntuan ini.
Ketua panel senat,Patrick Leahy mengatakan, pemerintah AS meminta senat memotong bantuan sebanyak 58 persen untuk tahun 2013 mendatang.
Anggota Senat dari partai Republik, Lindsey Graham mengatakan senat akan memotong bantuan sejumlah USD 1 miliiar, USD 800 juta dalam bentuk bantuan asing. Namun dana bagi pembendungan aksi pemberontakan di Pakistan akan tetap diberikan, jumlahnya hanya mencapai USD 50 juta. Namun jumlah tersebut tergantung pada pemerintah Pakistan, apakah mereka akan membuka jalur distribusi pasokan bagi pasukan NATO ke Afghanistan.
"Kami hanya akan memberikan bantuan kepada sekutu kami," ungkap Graham seperti diberitakan dalam presstv, Rabu (23/5/2012).
Serangan drone AS atas wilayah pemukiman Pakistan di wilayah perbatasan membuat pemerintah dan penduduk Pakistan kesal, mereka menilai AS tidak menghargai kedaulatan Pakistan. Pakistan menuntut permintaan maaf AS dan mengakhiri operasi penyerangan dengan menggunakan drone.
Namun, Washington menolak, bahkan, Presiden AS, Barack Obama telah memberikan izin bagi CIA untuk melanjutkan operasi mengunakan drone untuk memberantas teroris.
Acaman yang dikeluarkan AS mencerminkan rasa frustasi karena sebulan dialog antara Pakistan dan AS tidak kunjung menemukan jalan keluar. Bahkan, KTT NATO di Chicago tidak bisa menjadi tempat yang pantas untuk menyelesaikan kebuntuan ini.
Ketua panel senat,Patrick Leahy mengatakan, pemerintah AS meminta senat memotong bantuan sebanyak 58 persen untuk tahun 2013 mendatang.
Anggota Senat dari partai Republik, Lindsey Graham mengatakan senat akan memotong bantuan sejumlah USD 1 miliiar, USD 800 juta dalam bentuk bantuan asing. Namun dana bagi pembendungan aksi pemberontakan di Pakistan akan tetap diberikan, jumlahnya hanya mencapai USD 50 juta. Namun jumlah tersebut tergantung pada pemerintah Pakistan, apakah mereka akan membuka jalur distribusi pasokan bagi pasukan NATO ke Afghanistan.
"Kami hanya akan memberikan bantuan kepada sekutu kami," ungkap Graham seperti diberitakan dalam presstv, Rabu (23/5/2012).
Serangan drone AS atas wilayah pemukiman Pakistan di wilayah perbatasan membuat pemerintah dan penduduk Pakistan kesal, mereka menilai AS tidak menghargai kedaulatan Pakistan. Pakistan menuntut permintaan maaf AS dan mengakhiri operasi penyerangan dengan menggunakan drone.
Namun, Washington menolak, bahkan, Presiden AS, Barack Obama telah memberikan izin bagi CIA untuk melanjutkan operasi mengunakan drone untuk memberantas teroris.
()