Singgung Islam, Pakistan blokir Twitter-Facebook
Senin, 21 Mei 2012 - 14:02 WIB
Singgung Islam, Pakistan blokir Twitter-Facebook
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Otorita Telekomunikasi Pakistan, Mohammad Yaseen, menegaskan bahwa Pakistan memblokir Twitter selama beberapa jam. Pasalnya, administrator Twitter menolak menghapus tweet yang menyinggung Islam.
Tindakan itu diambil setelah muncul tweet promosi kompetisi gambar Nabi Muhammad di Facebook. Seperti diberitakan dalam Assosiated Press, Minggu (20/5/2012), pemerintah Pakistan kembali mengaktifkan situs Twitter pada Minggu malam, delapan jam setelah diblokir.
‘’Kami tidak akan menghapus tweet atau membuat perubahan sebelum pemerintah Pakistan berhenti memblokir situs kami,’’ kata juru bicara Twitter, Gabriel Stricker.
Minggu sore, Yaseen mengatakan Kementerian Teknologi dan Informasi Pakistan memerintahkan pihak telekomunikasi untuk memblokir Twitter, karena menolak menghapus tweet yang bernada menyinggung. Malamnya, Yaseen mengatakan telah mengaktifkan kembali Twitter. Ia mengatakan, otorita telekomunikasi Pakistan telah membuat kesepakatan dengan Facebook dan Twitter untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan atas kompetisi ini.
Pihak Facebook telah membuat sebuah pernyataan tertulis untuk memblokir akses menuju situs yang mengumumkan kompetisi gambar Nabi Muhammad. Facebook melakukan pembatasan atas pesan yang bersifat ilegal dan menyinggung hukum atau budaya setempat.
Umat muslim meyakini, pengambaran sosok Nabi Muhamad merupakan tindakan yang tidak menyenangkan dan menunjukkan perilaku menghujat. Ini bukan kali pertama kalinya Facebook bermasalah di Pakistan.
Dua tahun lalu, sempat terpublikasi kompetisi yang sama di Facebook. Karena sempat memicu kemarahan warga Pakistan, pemerintah sempat memblokir Facebook selama dua minggu. Akibat kejadian itu, pemerintah Pakistan berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap situs-situs besar yang memunculkan konten anti Islam.
Tindakan itu diambil setelah muncul tweet promosi kompetisi gambar Nabi Muhammad di Facebook. Seperti diberitakan dalam Assosiated Press, Minggu (20/5/2012), pemerintah Pakistan kembali mengaktifkan situs Twitter pada Minggu malam, delapan jam setelah diblokir.
‘’Kami tidak akan menghapus tweet atau membuat perubahan sebelum pemerintah Pakistan berhenti memblokir situs kami,’’ kata juru bicara Twitter, Gabriel Stricker.
Minggu sore, Yaseen mengatakan Kementerian Teknologi dan Informasi Pakistan memerintahkan pihak telekomunikasi untuk memblokir Twitter, karena menolak menghapus tweet yang bernada menyinggung. Malamnya, Yaseen mengatakan telah mengaktifkan kembali Twitter. Ia mengatakan, otorita telekomunikasi Pakistan telah membuat kesepakatan dengan Facebook dan Twitter untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan atas kompetisi ini.
Pihak Facebook telah membuat sebuah pernyataan tertulis untuk memblokir akses menuju situs yang mengumumkan kompetisi gambar Nabi Muhammad. Facebook melakukan pembatasan atas pesan yang bersifat ilegal dan menyinggung hukum atau budaya setempat.
Umat muslim meyakini, pengambaran sosok Nabi Muhamad merupakan tindakan yang tidak menyenangkan dan menunjukkan perilaku menghujat. Ini bukan kali pertama kalinya Facebook bermasalah di Pakistan.
Dua tahun lalu, sempat terpublikasi kompetisi yang sama di Facebook. Karena sempat memicu kemarahan warga Pakistan, pemerintah sempat memblokir Facebook selama dua minggu. Akibat kejadian itu, pemerintah Pakistan berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap situs-situs besar yang memunculkan konten anti Islam.
()