Tim PBB ke Suriah, situasi kembali memanas
Kamis, 17 Mei 2012 - 15:41 WIB
Tim PBB ke Suriah, situasi kembali memanas
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar Al-assad dalam wawancara langsung dengan TV 24 Rossia mengatakan, aksi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok teroris Suriah semakin meningkat semenjak tim pengawas yang diutus oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) hadir di Suriah.
"Situasi belum berubah. Aksi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok teroris semakin menjadi-jadi dan kami telah kembali menugaskan pasukan militer Suriah," ungkap Assad seperti diberitakan dalam Ria novosti, Kamis (17/5/2012)
Sampai saat ini sebanyak 200 orang tim pengawas PBB telah hadir di Suriah. Mereka akan memonitor gencatan senjata antara militer Suriah dan kelompok pemberontak senjata.
Dalam kesempatan tersebut, Assad memuji sikap China dan Rusia yang terus berusaha menjamin stabilitas regional. Dia mengatakan, tanpa kedua negara tersebut situasi semua negara di Timur Tengah akan menjadi kacau.
“Tidak ada yang mendukung saya sebagai presiden selain China dan Rusia. Mereka mendukung terciptanya stabilitas di wilayah Timur Tengah. Mereka juga sangat memahami peran dan posisi Suriah di Timur Tengah," tukas Assad
Seperti diketahui, Rusia dan China telah dua kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, keduanya menilai resolusi tersebut bersifat bias. Namun, China dan Rusia memberikan dukungan penuh atas rencana rencana perdamaian yang diusulkan oleh PBB dan Liga Arab utusan ke Suriah, Kofi Annan.
"Situasi belum berubah. Aksi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok teroris semakin menjadi-jadi dan kami telah kembali menugaskan pasukan militer Suriah," ungkap Assad seperti diberitakan dalam Ria novosti, Kamis (17/5/2012)
Sampai saat ini sebanyak 200 orang tim pengawas PBB telah hadir di Suriah. Mereka akan memonitor gencatan senjata antara militer Suriah dan kelompok pemberontak senjata.
Dalam kesempatan tersebut, Assad memuji sikap China dan Rusia yang terus berusaha menjamin stabilitas regional. Dia mengatakan, tanpa kedua negara tersebut situasi semua negara di Timur Tengah akan menjadi kacau.
“Tidak ada yang mendukung saya sebagai presiden selain China dan Rusia. Mereka mendukung terciptanya stabilitas di wilayah Timur Tengah. Mereka juga sangat memahami peran dan posisi Suriah di Timur Tengah," tukas Assad
Seperti diketahui, Rusia dan China telah dua kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, keduanya menilai resolusi tersebut bersifat bias. Namun, China dan Rusia memberikan dukungan penuh atas rencana rencana perdamaian yang diusulkan oleh PBB dan Liga Arab utusan ke Suriah, Kofi Annan.
()