Kongres AS sahkan UU Cyber

Jum'at, 27 April 2012 - 10:23 WIB
Kongres AS sahkan UU...
Kongres AS sahkan UU Cyber
A A A
Sindonews.com - Kongres Amerika Serikat (AS) mengesahkan Undang-Undang (UU) Cyber di tengah ancaman veto Presiden AS, Barack Obama.

Badan intelejen dunia maya AS, The Cyber Intelligence Sharing and Protection Act (Cispa), mengatakan dengan UU Cyber ini pemerintah mampu mengakses data pribadi pengguna web yang diduga mengancam lewat dunia maya. UU itu juga mempermudah sharing informasi badan keamanan dan perusahaan pribadi.

Sebanyak 168 dari 248 orang anggota kongres setuju dengan transparasi data penguna internet. Di samping itu, anggota senat juga sedang mempertimbangkan UU Keamanan Cyber. Namun, Cispa belum belum menjadwalkan rencana voting.

Walaupun UU tersebut telah disahkan oleh kongres, pada Rabu, 25 April lalu. Obama mengatakan jika UU Cyber tersebut sampai di mejanya, maka ia akan memveto UU tersebut. Pemerintah akan mencabut UU Cyber. "Privasi, kerahasiaan, dan perlindungan kebebasan sipil adalah ketentuan penting dari UU Elektronik,"ungkap Obama

Di sisi lain, kelompok pengacara prihatin dengan UU Transparansi Cyber, mereka menilai pertukaran informasi justru rentan akan ancaman hacker. Sejumlah kelompok pribadi juga menolak UU Cyber. , "Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, sekali pemerintah mendapatkan otoritas keamanan dalam skala luas, maka hal tersebut tidak dapat diubah," kata Michelle Richardson dari American Civil Liberties Union seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Jumat (27/4/2012). "Karena itu, kami meminta anggota senat agar tidak meloloskan UU mengerikan ini," tegas Richardson.

Namun, ada juga kelompok yang mendukung UU Cyber tersebut. Menurut meraka, UU ini akan membuat membuat dunia maya lebih aman dan perekonomian menjadi lebih aman. Sejumlah indutri teknologi besar, mereka dan sejumlah aktifis telah mengritik UU Pembajakan sebelumnya, Stop Online Piracy Act (Sopa) yang gagal melindungi aksi pembajakan dunia maya.

Facebook, AT&T, Intel, Verizon, dan Microsoft dan 800 perusahaan besar di AS nampaknya akan mendukung UU Cyber ini. ‘’Tidak akan bersifat memaksa Facebook untuk membagikan data pribadi pelanggannya kepada siapa pun," ungkap Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Joel Kaplan.
()
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
43 menit yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
1 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
2 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
3 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved