Pertahankan pulau, Iran ancam pakai militer

Jum'at, 20 April 2012 - 15:04 WIB
Pertahankan pulau, Iran...
Pertahankan pulau, Iran ancam pakai militer
A A A
Sindonews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Iran, Ahmad Reza Pourdastan, mengancam akan menempuh langkah militer. Ancaman itu akan ditindaklanjuti jika diplomasi dengan Uni Emirat Arab (UEA) atas sengketa Teluk Persia mencapai kegagalan.

"Kami tidak akan membiarkan negara mana pun melanggar batas teritorial wilayah kepulauan tersebut. Jika sengketa kepulauan ini tidak dapat diselesaikan lewat jalur diplomasi, militer Iran siap bertindak sebagai sebuah langkah protes," ungkap Pourdastan seperti diberitakan dalam Mehr Jumat, (20/4/2012)

Pourdastan mengatakan, kepemilikan atas kepulauan Abu Musa telah diklaim Iran sejak zaman dahulu. Pengakuan itu dapat dibuktikan melalui dokumen sejarah milik Iran. Tentu saja Iran akan mempertahankan kepemilikan pulau tersebut.

Sebelumnya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada 11 April lalu melakukan kunjungan ke lokasi Pulau Abu Musa di wilayah Teluk. Sehari setelah kunjungan Ahmadinejad, UEA memangil duta besarnya untuk Iran. UEA mengatakan kunjungan Presiden Iran ke Pulau Abu Musa mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Sebaliknya, Juru Bicara Departemen Luar Ramin Mehmanparast mengecam campur tangan Gulf Cooperation Council (GCC) yang terang-terangan telah ikut campur dalam masalah internal Iran.
Pada Selasa 17 April lalu, para menteri luar negeri dari enam negara GCC mengadakan pertemuan untuk menyikapi kunjungan Presiden Iran ke kepulauan Abu Musa.

Mereka mengutuk kunjungan Ahmadinejad dan mengatakan hal tersebut sebagai kunjungan propokatif. Mereka meminta Iran untuk menyelesaikan masalah persengketaan lewat jalur diplomasi.

Menanggapi hal tersebut, Mehmanparast mengatakan Iran berdaulat atas tiga pulau yang terletak di Teluk Persia antara lain, Abu Musa, Greate Tunb dan Lesser, kepemilikan atas ketiga pulau ini mutlak dan tidak dapat dinegosiasikan.

Amerika Serikat juga meminta Iran dan UEA menyelesaikan sengketa kepulauan melalui jalur damai.
Iran yang tidak suka masalah internalnya dicampuri oleh pemerintah Amerika Serikat mengingatkan untuk tidak ikut campur. Sebaliknya KSAD Iran mengecam tindakan AS yang berencana membentuk perisai rudal di Teluk Persia. Pourdastan mengatakan pembentukan perisai rudal di Teluk Persia melanggar hukum.
()
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
53 menit yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
2 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
6 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
7 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
7 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved