PBB minta Indonesia kirim observer ke Suriah
Kamis, 19 April 2012 - 12:39 WIB
PBB minta Indonesia kirim observer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com- Lebih dari setahun konflik Suriah belum juga usai, demi menyukseskan misi perdamaian yang diemban oleh Kofi Annan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon meminta sejumlah negara untuk memgirimkan pemantau (observer) ke Suriah, termasuk Indonesia.
Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan permintaan tersebut. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, AM Fachir menyatakan sejauh ini Indonesia belum menentukan sikap terkait permintaan Sekjen PBB.
“Ya detilnya seperti apa? Kita masih membahasnya. Ini kan menyangkut masalah jaminan (keselamatan),” ungkap Fachir di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu 18 April.
Pengiriman tim pemantau harus memenuhi beberapa kriteria. Syarat utama masuknya PBB ke negara yang sedang dilanda konflik adalah terciptanya gencatan senjata, gencatan senjata menjadi prinsip utama untuk meredakan konflik. Sedangkan, sampai saat ini pemerintah Suriah dan kelompok oposisi belum melakukan gencatan senjata. Sejumlah perlawanan masih terus terjadi.
Setelah gencatan senjata tercipta, tim observer bisa memasuki Suriah dengan catatan, pemerintah Suriah menerima kehadiran pengamat atau observer di negaranya.“Intinya harus ada jaminan keamanan bagi pasukan PBB yang masuk ke Suriah,” terang Fachir.
Seperti diketahui, konflik politik di Suriah terus bergulir. Saat ini tim monitor PBB sudah berada di sana. Namun, pelanggaran gencatan senjata masih terus terjadi antara pasukan pemerintah dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Tentara pemerintah Suriah terus memborbardir FSA di sejumlah titik. Situasi ini mendesak PBB meminta Indonesia mengirimkan observer ke Suriah. (bro)
Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan permintaan tersebut. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, AM Fachir menyatakan sejauh ini Indonesia belum menentukan sikap terkait permintaan Sekjen PBB.
“Ya detilnya seperti apa? Kita masih membahasnya. Ini kan menyangkut masalah jaminan (keselamatan),” ungkap Fachir di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu 18 April.
Pengiriman tim pemantau harus memenuhi beberapa kriteria. Syarat utama masuknya PBB ke negara yang sedang dilanda konflik adalah terciptanya gencatan senjata, gencatan senjata menjadi prinsip utama untuk meredakan konflik. Sedangkan, sampai saat ini pemerintah Suriah dan kelompok oposisi belum melakukan gencatan senjata. Sejumlah perlawanan masih terus terjadi.
Setelah gencatan senjata tercipta, tim observer bisa memasuki Suriah dengan catatan, pemerintah Suriah menerima kehadiran pengamat atau observer di negaranya.“Intinya harus ada jaminan keamanan bagi pasukan PBB yang masuk ke Suriah,” terang Fachir.
Seperti diketahui, konflik politik di Suriah terus bergulir. Saat ini tim monitor PBB sudah berada di sana. Namun, pelanggaran gencatan senjata masih terus terjadi antara pasukan pemerintah dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Tentara pemerintah Suriah terus memborbardir FSA di sejumlah titik. Situasi ini mendesak PBB meminta Indonesia mengirimkan observer ke Suriah. (bro)
()