UE akan jatuhkan sanksi baru bagi Suriah

Rabu, 18 April 2012 - 17:02 WIB
UE akan jatuhkan sanksi...
UE akan jatuhkan sanksi baru bagi Suriah
A A A
Sindonews.com - Penyelesaian konflik yang berjalan alot membuat Uni Eropa (UE) sepakat mengeluarkan sanksi baru bagi Suriah.

"Kami benar benar terkejut dengan aksi kekerasan yang telah terjadi di Suriah. Kekerasan memang telah berkurang, namun hal itu tidak cukup. Dan kini kami sedang menyusun sanksi baru dan juga berbagai pelarangan bagi Suriah” ungkap Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Catherine Ashton seperti di beritakan dalam Ria Novosti, Rabu (18/4/2012)

Sejauh ini, Suriah telah dijatuhi 12 sanksi, seperti larangan terbang, pembekuan aset milik Presiden Bashar Al-Assad, istrinya Asma Al-Assad, ibu dan juga sejumlah pejabat senior Suriah. UE juga melarang penjualan senjata dan peralatan telekomunikasi, pembetasan aktifitas perbangkan dan jasa keuangan serta larangan impor minyak Suriah.

Sanksi yang di jatuhkan oleh Uni Eropa juga memengaruhi 150 pejabat Suriah, perusahaan dan juga organisasi yang berada dekat dengan lingkaran Presiden Assad. Berdasarkan data yang di peroleh dari PBB, sejauh ini lebih dari 9.000 orang tewas menjadi korban aksi kekerasan antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak.
()
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
44 menit yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
1 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved