AS sambut undangan pantauan nuklir Korut

Selasa, 20 Maret 2012 - 11:46 WIB
AS sambut undangan pantauan...
AS sambut undangan pantauan nuklir Korut
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut baik undangan Korea Utara (Korut) kepada ahli nuklir PBB, The International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk kembali melakukan pemantauan program nuklirnya. Pada saat yang bersamaan AS tetap menentang rencana Korut untuk melakukan peluncuran satelit.

"Jelas, pasti ada keuntungan dari setiap kesempatan yang diperoleh IAEA dalam kesempatan ini, namun undangan tersebut tidak akan merubah pertimbangan kami rencana peluncuran satelit merupakan sebuah pelanggaran. Tidak hanya kewajiban Korut terhadap PBB, namun juga komitmen mereka terhadap kami," ungkap Juru bicara Departemen AS, Victoria Nuland seperti dikutip dalam Ria novosti, Selasa (20/3/2012).

IAEA sendiri pernah mengalami perlakuan buruk dari Korut tiga tahun lalu. Badan atom internasional tersebut diusir saat memantau program nuklir negeri ginseng yang saat itu masih dipimpin Kim Jong-Il.

Di bawah kepeminpinan Kim Jong Un, Korut menunjukkan sikap yang sangat berbeda dengan ayahnya. Tiga bulan paska kematian Kim Jong-il, Korut membuat kesepakatan dengan AS untuk menghentikan program pengayaan uranium, serta uji coba rudal nuklir dan balistik sebagai imbalan untuk 240.000 ton bantuan pangan AS.

Namun Korut juga menunjukkan sikap yang tidak jelas, antara mau dan tidak bekerja sama dengan IAEA dalam pemantauan nanti. Karena bulan depan Korut akan meluncurkan sebuah satelit observasi untuk menandai ulang tahun ke-100 pendiri pemimpin Kim Il-sung.

Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 1874, Korut dilarang melakukan peluncuran dengan mengunakan bantuan teknologi misil balistik. Sebelumnya, Korut juga telah mendapat kecaman internasional dan sanksi DK PBB pada tahun 2009 karena meluncurkan sebuah satelit.

Selain AS, Rusia dan China, negara anggota perundingan enam (Six party Talks) mendesak Pyongyang untuk menghentikan rencana peluncuran satelitnya.

()
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
53 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved