3.000 lebih tahanan perang Afghanistan akan dibebaskan
Sabtu, 10 Maret 2012 - 14:56 WIB
3.000 lebih tahanan perang Afghanistan akan dibebaskan
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) menandatangani perjanjian dengan pemerintah Afghanistan untuk mengembalikan 3000 lebih tahanan perang Afghanistan yang saat ini masih di penjara. Perjanjian itu ditandatangani tidak lama setelah Presiden AS Barack Obama melakukan pebicaraan dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
Berdasarkan kesepatakan tersebut, para tahanan yang ditahan oleh militer AS rencananya akan diserahkan kepada Pemerintah Afghanistan dalam tempo enam bulan mendatang.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, perjanjian ini hanya berlaku untuk tahanan yang berasal dari Afghanistan. Gelombang pertama pembebasan akan dilakukan kepada 500 orang tahanan dari pusat penahanan yang dikelola militer AS di Bagram, bagian utara Kabul. Kabarnya dalam tahanan tersebut terdapat sekitar 50 orang anggota kelompok Alqaeda.
Sementara itu, AS tengah menuntaskan berbagai tugas yang seharusnya dilakukan menjelang berakhirnya operasi tempur di Afghanistan pada 2014. Saat itu, AS dikabarkan akan membangun 11 unit rumah tahanan baru di Bargam. Serta di wilayah Pul-e-Charki akan dibangun 9 penjara.
"Setelah periode enam bulan berakhir maka pemerintah Afghanistan akan mendapatkan hak penuh atas para tahanan," ungkap Pejabat AS seperti dikutip dalam The Bellinghamherald, Sabtu (9/3/2012).
Pemerintah Afghanistan masih harus berkonsultasi dengan pejabat AS tentang siapa saja tahanan yang boleh dilepas atau tetap di tahan. Selain itu diperlukan persetujuan dari dua orang komandan koalisi pimpinan AS, Marinir Jenderal John R. Allen, dan Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak.
Upaya pengalihan wewenang atas para tahanan Afghanstan ini tersandung kendala. Karena Pemerintah AS takut jika tahanan yang telah dipindahkan tidak seharusnya dibebaskan bisa bebas karena pejabat bisa disuap. (san)
Berdasarkan kesepatakan tersebut, para tahanan yang ditahan oleh militer AS rencananya akan diserahkan kepada Pemerintah Afghanistan dalam tempo enam bulan mendatang.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, perjanjian ini hanya berlaku untuk tahanan yang berasal dari Afghanistan. Gelombang pertama pembebasan akan dilakukan kepada 500 orang tahanan dari pusat penahanan yang dikelola militer AS di Bagram, bagian utara Kabul. Kabarnya dalam tahanan tersebut terdapat sekitar 50 orang anggota kelompok Alqaeda.
Sementara itu, AS tengah menuntaskan berbagai tugas yang seharusnya dilakukan menjelang berakhirnya operasi tempur di Afghanistan pada 2014. Saat itu, AS dikabarkan akan membangun 11 unit rumah tahanan baru di Bargam. Serta di wilayah Pul-e-Charki akan dibangun 9 penjara.
"Setelah periode enam bulan berakhir maka pemerintah Afghanistan akan mendapatkan hak penuh atas para tahanan," ungkap Pejabat AS seperti dikutip dalam The Bellinghamherald, Sabtu (9/3/2012).
Pemerintah Afghanistan masih harus berkonsultasi dengan pejabat AS tentang siapa saja tahanan yang boleh dilepas atau tetap di tahan. Selain itu diperlukan persetujuan dari dua orang komandan koalisi pimpinan AS, Marinir Jenderal John R. Allen, dan Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak.
Upaya pengalihan wewenang atas para tahanan Afghanstan ini tersandung kendala. Karena Pemerintah AS takut jika tahanan yang telah dipindahkan tidak seharusnya dibebaskan bisa bebas karena pejabat bisa disuap. (san)
()