Rusia: Pemberontak Suriah dipasok dari Libia
Kamis, 08 Maret 2012 - 20:42 WIB
Rusia: Pemberontak Suriah dipasok dari Libia
A
A
A
Sindonews.com - Utusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vitaly Churkin menuding Libia telah membuka pusat pelatihan bagi para pemberontak di Suriah. Tujuannya untuk memerangi pemerintah Suriah yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Kami sangat prihatin dengan konflik yang terjadi di Libia. Para pemberontak mendapat pelatihan dari pihak berwenang untuk melakukan pelatihan khusus yang disebut sebagai revolusi Suriah," ungkap Churkin seperti dikutip dalam Ria novosti Kamis (8/3/2012).
Churkin mengatakan, para pemberontak dikirim langsung oleh Libia untuk melawan pemerintahan Presiden Assad. "Suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Aksi penyerangan, sengaja dilakukan untuk merusak stabilitas keamanan di Timur Tengah," tambahnya.
Rusia merupakan pemasok senjata terbesar di Suriah dan memiliki sebuah pangkalan laut di Suriah. Selain Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, China juga menolak intervensi kekuatan pihak asing untuk menyelesaikan masalah internal Suriah, dan menuntut agar Presiden Assad mundur.
Menanggapi pemberitaan yang dikabarkan oleh media barat, Pemerintah Suriah mengatakan bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Suriah dilakukan oleh kelompok pemberontak. "Mereka sengaja menciptakan kekacauan di negara ini," terang Bashar al-Assad. (san)
"Kami sangat prihatin dengan konflik yang terjadi di Libia. Para pemberontak mendapat pelatihan dari pihak berwenang untuk melakukan pelatihan khusus yang disebut sebagai revolusi Suriah," ungkap Churkin seperti dikutip dalam Ria novosti Kamis (8/3/2012).
Churkin mengatakan, para pemberontak dikirim langsung oleh Libia untuk melawan pemerintahan Presiden Assad. "Suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Aksi penyerangan, sengaja dilakukan untuk merusak stabilitas keamanan di Timur Tengah," tambahnya.
Rusia merupakan pemasok senjata terbesar di Suriah dan memiliki sebuah pangkalan laut di Suriah. Selain Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, China juga menolak intervensi kekuatan pihak asing untuk menyelesaikan masalah internal Suriah, dan menuntut agar Presiden Assad mundur.
Menanggapi pemberitaan yang dikabarkan oleh media barat, Pemerintah Suriah mengatakan bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Suriah dilakukan oleh kelompok pemberontak. "Mereka sengaja menciptakan kekacauan di negara ini," terang Bashar al-Assad. (san)
()