Banjir, 9.000 warga Australia dievakuasi

Selasa, 06 Maret 2012 - 12:48 WIB
Banjir, 9.000 warga...
Banjir, 9.000 warga Australia dievakuasi
A A A
Sindonews.com - Sekitar 9.000 orang warga kota Wagga Wagga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir di New South Wales, kawasan Australia bagian tenggara.

Sungai Murrumbidgee meluap hingga mencapai ketinggian 10,9 meter, hal ini memicu kekhawatiran bahwa tanggul tersebut bisa saja hancur akibat tidak mampu menampung besarnya debit air.

Media setempat melaporkan, Pemerintah New South Wales menerjunkan polisi, militer dan layanan darurat untuk membantu proses evakuasi warga.

Dalam beberapa hari ini curah hujan sangat tinggi di Australia, banjir melanda tiga negara bagian New South Wales, Queensland dan Victoria. Sejauh ini banjir telah menyebabkan dua orang tewas.

Satu orang tewas dilaporkan ketika tengah menyuci mobil dan tiba-tiba tersapu banjir, sementara korban tewas lainnya hanyut ketika berusaha melewati lokasi banjir di Araluen, New South Wales.

Sementara itu, personel darurat pejabat pemerintah di kota Wagga Wagga terus melakukan pemantauan terhadap ketinggian air di lokasi tanggul.

Media Australia mengatakan bahwa ketinggian banjir kali ini akan lebih tinggi dari pada banjir tertinggi yang terjadi pada 1974.

Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan bahwa Australia telah memberikan instruksi kepada aparat militer untuk bersiaga jika dimintai bantuan.

"Seluruh warga Wagga Wagga harus meninggalkan rumah dan kesibukan mereka, khawatir tangul hancur dan air memasuki CBD dan bisa membanjiri seluruh wilayah Wagga Wagga," ungkap Gillard seperti dikutip dalam BBC.co.uk Selasa, (6/3/2012)

Anggota parlemen lokal, Michael McCormack mengatakan bahwa walaupun situasi darurat namun warga tidak panik.(azh)

()
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved