Tentara Cina serang nelayan Vietnam

Kamis, 01 Maret 2012 - 12:24 WIB
Tentara Cina serang...
Tentara Cina serang nelayan Vietnam
A A A
Sindonews.com - Baru-baru ini, tentara Cina menembaki sebelas nelayan Vietnam di wilayah perairan Laut Cina Selatan. Tak hanya menembaki, mereka juga berupaya merampas barang bawan para nelayan.

Tindakan itu oleh Pemerintah Vietnam langsung diprotes. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Luong Thanh Nghi menyesalkan sikap tentara Cina yang dinilai sangat berbahaya itu.

"Tindakan yang dilakukan oleh China terhadap nelayan Vietnam telah melanggar batas kedaluatan Vietnam dan sangat membahayakan nyawa manusia,"tegasnya seperti dikutip The Bellinghamherld, Kamis (1/3/2012).

Maka itu, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan pejabat kedutaan Cina, untuk memprotes sikap tentara Cina.

Sebelumnya, dilaporkan 22 Februari 2012 lalu, tentara Cina mengancam 11 orang nelayan Vietnam yang sedang berada di atas kapal. Para nelayan itu masuk ke wilayah kepulauan Paracel karena berusaha menghindari badai.

Tidak hanya mengancam, para tentara itu juga berusaha menjarah barang bawaan para nelayan. Wilayah Kepulauan Paracels sendiri telah menjadi wilayah yang disengketakan sejak 1974.(lin)
()
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
3 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
4 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
5 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
6 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
8 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved