Pekerja BBC ditangkap pasukan Iran

Selasa, 07 Februari 2012 - 15:24 WIB
Pekerja BBC ditangkap...
Pekerja BBC ditangkap pasukan Iran
A A A
Sindonews.com - Kantor berita Iran melaporkan bahwa, pasukan keamanan Iran telah menangkap beberapa orang yang diduga bekerja untuk British Broadcasting Corporation’s (BBC) di Iran.

Kantor berita pemerintah tidak memberikan jumlah spesifik berapa orang yang ditangkap. Petugas hanya mengatakan bahwa mereka tengah mengumpulkan berita dan informasi di Iran untuk BBC dan menerima sejumlah besar uang dari perusahaan Inggris.

"Tidak ada anggota staf BBC Persia atau stringer yang bekerja di Iran," ungkap salah seorang staf BBC seperti dikutip ria novosti, Selasa (7/2/2012).

Sebelumnya, pada bulan September lalu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pihaknya telah menangkap sebuah kelompok atas tuduhan serupa. Kelompok terdiri dari enam orang ini hendak melakukan pembuatan film. Kemudian, dua dari mereka dibebaskan.

Para pekerja BBC dilarang bekerja di Iran setelah Teheran menuduh perusahaan Inggris tersebut menghasut sebuah protes antipemerintah di Iran setelah pemilihan presiden 2009 yang memenangkan Mahmoud Ahmadinejad.(azh)
()
Berita Terkini
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
34 menit yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
1 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
2 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
3 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
4 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved