Jembatan putus di Banten 'mendunia'

Jum'at, 20 Januari 2012 - 15:36 WIB
Jembatan putus di Banten...
Jembatan putus di Banten 'mendunia'
A A A
Sindonews.com – Ironis. Di tengah mudahnya miliaran anggaran negara keluar untuk biaya pembangunan dan pemeliharaan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan institusi pemerintahan, para pelajar di Lebak, Banten, harus bersusah payah sekolah dengan menyeberangi sebuah jembatan putus yang sudah lama tidak mendapat perbaikan.

Secara jeli, keadaan yang ironis ini diberitakan oleh media internasional dailymail.co.uk, Jumat (20/1/2012).

Jembatan yang melintang di Sungai Ciberang, Lebak tersebut setiap harinya digunakan oleh anak-anak sekolah. “Sekilas pemandangan ini terlihat seperti sebuah aksi dalam adegan Indiana Jones And The Temple Of Doom,” seperti diberitakan situs berita dari Inggris ini.

Setiap harinya anak-anak kecil ini berusaha menyeberangi sebuah jembatan kayu yang rusak, mempertaruhkan nyawa mereka sambil menempelkan badannya dengan erat pada sebuah kawat yang melintang di Sungai Ciberang, Lebak, setiap harinya menuju sekolahnya.

Pekan lalu jembatan gantung ini rusak akibat banjir akibatnya kondisi jembatan penyeberangan ini sangat beresiko tinggi untuk digunakan dan berpotensi mematikan. Salah satu bagian dari dua pilar penyangga rusak, dan hanya tersisa sebagian akibatnya papan kayu yang berfungsi sebgai pijakan miring ke satu sisi.

Dengan hanya satu sisi bagian jembatan yang tetap utuh, berarti para penyeberang harus ekstra hati-hati malangkahkan kaki mereka, karena struktur jembatan memantul ketika kaki kita melangkah di satu bagian.

Kondisi ini jauh dari stabil, penduduk setempat telah melaporkan keadaan jembatan ini berkali-kali kepada pemerintah setempat, bahkan malam itu juga saat bencana banjir terjadi.

Anak-anak yang berada di seberang Sungai Desa Tanjung Sanghiang di Lebak, Indonesia harus melintasi jembatan ini setiap hari.

Sofiah, salah seorang anak SD mengatakan, dia harus menyeberangi jembatan itu setiap harinya, untuk menempuh jembatan terdekat dibutuhkan waktu satu setengah jam. Jika dia harus melakukan itu setiap hari maka dia harus bangun lebih pagi, dan pulang lebih malam.

“Saya lebih suka mengambil resiko untuk menyeberangi jembatan itu,” kata Sofiah.

Sungai ini merupakan objek wisata populer, arus air yang cepat seringkali digunakan oleh ribuan untuk menikmati wisatawan arung jeram.

Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan keadaan di Indonesia. Berita yang berkembang di Indonesia bahkan banyak mengangkat kemewahan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Renovasi ruang Badan Anggaran pun memakan biaya Rp20 miliar.(azh)
()
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
14 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved