FARC siap berunding dengan pemerintah Kolombia

Selasa, 10 Januari 2012 - 12:39 WIB
FARC siap berunding...
FARC siap berunding dengan pemerintah Kolombia
A A A
Sindonews.com - Kelompok gerilyawan kolombia The Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) menyatakan kesiapannya memulai perundingan dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos

Dalam pernyataannya di media online, kelompok gerilyawan menilai, secara teoritis perundingan ini menarik bagi kedua belah pihak.

"Kami siap untuk mendiskusikan privatisasi, regulasi negara, kebebasan mutlak dalam perdagangan, pemanfaatan sumber daya alam, demokrasi pasar dan doktrin militer," ungkap FARC seperti dikutip dalam Ria Novosti, Selasa (10/1/2012).

FARC adalah kelompok Marxis-Leninis yag didirikan pada tahun 1960-an. FARC dicap sebagai teroris oleh Pemerintah Kolombia, Amerika, dan Uni Eropa.

Kelompok pemberontak mampu bertahan dengan mengandalkan sumber pendapatannya dari penjualan obat-obat terlarang dan aksi penculikan.

Kelompok ini dipimpin oleh Rodrigo Echeverry Londono (52). Dia menjadi pemimpin sejak November 2011, pendahulunya Alfonso Cano, tewas terbunuh dalam sebuah aksi penyerangan yang dilakukan angkatan udara Kolombia.(azh)
()
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
49 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved