Bentrok Pecah di Penjara Suriah, Para Tahanan ISIS Kabur

Senin, 30 Maret 2020 - 14:04 WIB
Bentrok Pecah di Penjara...
Bentrok Pecah di Penjara Suriah, Para Tahanan ISIS Kabur
A A A
HASAKEH - Sejumlah tahanan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melarikan diri dari sebuah penjara di Suriah yang dikelola Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Mereka kabur ketika terjadi bentrok antar-tahanan di penjara Hasakeh pada hari Minggu.

SDF merupakan pasukan oposisi Suriah yang didominasi milisi Kurdi. SDF yang menguasai wilayah timur laut negara tersebut merupakan sekutu koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan ISIS.

"Teroris ISIS mengambil kendali penuh atas lantai dasar penjara Hasakeh," kata kepala kantor pers SDF, Mustafa Bali, di Twitter. "Beberapa dari mereka berhasil melarikan diri dan kami sedang memburu mereka," lanjut Bali, seperti dikutip The Defense Post, Senin (30/3/2020).

“Para tahanan mendobrak dinding internal penjara dan membuka pintu internal. Situasinya tegang di dalam penjara dan pasukan anti-teror berusaha mengendalikan situasi. Kami telah mengirim bala bantuan dan pasukan kontra-teror ke penjara," sambung tweet Bali tanpa merinci jumlah tahanan anggota ISIS yang kabur.

Pusat Informasi Rojava menambahkan, pesawat-pesawat tempur Koalisi Internasional Anti-ISIS terbang rendah di atas Hasakeh ketika Asayish (polisi) dan pasukan SDF dikerahkan di kota itu.

"Koalisi Internasional membantu SDF dengan pemantauan udara, ketika mereka meredam pemberontakan di fasilitas penahanan Hasakah," kata juru bicara koalisi, Myles Caggins.

"Fasilitas ini menampung anggota ISIS tingkat rendah. CJTFOIR (Koalisi internasional) tidak memiliki staf di kamp-kamp penahanan di Suriah," ujar Caggins.

Ada sekitar 10.000 tersangka anggota ISIS yang ditahan di penjara yang dikelola SDF di Suriah timur laut. Lebih dari 60.000 anggota keluarga terduga kelompok ISIS ditempatkan di kamp al-Hol dan Roj yang luas di bawah kendali SDF.
(mas)
Berita Terkait
Gulingkan Assad, AS...
Gulingkan Assad, AS Pertimbangkan Hapus HTS dari Daftar Kelompok Teroris
Pengakuan Eks Diplomat...
Pengakuan Eks Diplomat Amerika: Teroris HTS Aset AS di Idlib Suriah
Anehnya Kebijakan AS,...
Anehnya Kebijakan AS, Cabut Sayembara Rp162 Miliar Bos HTS tapi Statusnya Masih Teroris
Presiden Assad: Rusia...
Presiden Assad: Rusia dan Suriah Berperang Melawan Musuh yang Sama
Kelompok Kurdi Sekutu...
Kelompok Kurdi Sekutu AS Tembak Jatuh Drone Amerika di Suriah
Inggris Hapus Kelompok...
Inggris Hapus Kelompok Hayat Tahrir al-Sham dari Daftar Organisasi Teroris
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
28 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
1 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved