Keluarkan Dana Kampanye Minim, Biden Punya Peluang Besar Jadi Capres

Senin, 23 Maret 2020 - 10:45 WIB
Keluarkan Dana Kampanye...
Keluarkan Dana Kampanye Minim, Biden Punya Peluang Besar Jadi Capres
A A A
WASHINGTON - Joe Biden diprediksi akan mendapatkan kemenangan besar pada pemilu pendahuluan yang digelar di tiga negara bagian, yakni Florida, Illinois dan Arizona. Itu menjadi peluang besar bagi mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) tersebut untuk mengalahkan pesaing utamanya, Bernie Sanders.

Biden terus memimpin dalam jajak pendapat di tiga negara bagian tersebut, yakni Florida, Illinois, dan Arizona. Sebelumnya, Biden telah memenangkan banyak pemilu pendahuluan sehingga dia memimpin ratusan delegasi lebih banyak dibandingkan dengan Sanders, seperti di Michigan. Biden juga terus memimpin dalam pemilu pendahuluan selama dua pekan terakhir. Dia mampu mengonsolidasikan dukungan Partai Demokrat kepadanya.

Meskipun mendapatkan banyak kemenangan besar, tim kampanye Joe Biden pada Februari lalu hanya menghabiskan kurang dari sepertiga total biaya kampanye yang dikeluarkan rivalnya, Bernie Sanders. Pada Februari lalu, tim kampanye Biden hanya membelanjakan USD13,1 juta (Rp211 miliar) dibandingkan dengan USD45,8 juta (Rp740 miliar) yang dihabiskan Sanders. Biden hanya menghabiskan sekitar USD5 juta (Rp80 miliar) untuk belanja iklan pada Februari, sedangkan Sanders membelanjakan USD26 juta (Rp420 miliar).

Tim kampanye Sanders kini sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pertarungan. Sanders juga didesak agar mengakhiri pertarungan jika kalah pada pemilu pendahuluan di tiga negara bagian yang digelar kemarin. Kenapa? Kebanyakan pendukung Partai Demokrat tidak ingin pertarungan panjang pemilu pendahuluan 2016 menyebabkan polarisasi di kalangan partai tersebut.

“Pertarungan pemilu pendahuluan akan digelar tiga pekan lagi,” kata manajer kampanye Sanders, Faiz Shakir, dilansir Reuters.

“Sanders sedang mendiskusikan dengan para pendukungnya untuk mengevaluasi kampanye,” katanya.

Peluang Sanders yang semakin kecil setelah Biden berhasil mendominasi hasil pemilu pendahuluan di Florida, Illinois, dan Arizona. Pertarungan di tiga negara bagian itu dikenal sebagai kontes politik tersengit yang bisa menentukan arah siapa akan memenangkan pemilu presiden 2020.

Pemilu pendahuluan Partai Demokrat kini semakin tidak pasti karena penyebaran virus korona. Namun, antusiasi para pendukung Demokrat memberikan suara cukup tinggi. Baik Biden dan Sanders membatalkan sejumlah agenda kampanye untuk mencegah penyebaran virus korona. Pemilu pendahuluan bisa jadi menghadapi perpanjang karena beberapa negara memilih menunda pemilu pendahuluan.

Antusias dukungan bagi Biden juga semakin tinggi. Edison Research menyatakan, dukungan bagi Biden berasal dari perempuan, warga keturunan Afrika, dan masyarakat kulit putih di perdesaan. Hal signifikan lainnya mantan wakil presiden berhaluan tengah berusia 77 tahun itu adalah mampu menggaet pemilih suburban yang membantu Demokrat menguasai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pemilu Kongres 2018 lalu.

“Kita melihat banyak pemilih memberikan suara berasal dari orang kaya dan berpendidikan tinggi di kawasan suburban di tempat di mana Partai Republik terguncang sejak 2016,” kata analis politik dari Pusat Politik Universitas Virginia, Kyle Kondik.

“Banyak mantan pemilih Republik kini lebih terbuka memilih Demokrat dibandingkan di masa lalu,” ujarnya.

Kondik memperingatkan pemungutan suara pemilu pendahuluan juga bukan indikator nyata untuk pemilu presiden. Namun, kesuksesan Biden bisa saja menjadi pertanda baik dalam pertarungan dengan Presiden AS Donald Trump, 73, mantan pengusaha dan bintang reality show.

Priorities USA Action, lembaga Super PAC Demokrat-lembaga pengumpul donasi politik, menyatakan krisis virus korona, melemahnya ekonomi, dan gaya hidup warga AS yang berubah, menjadi masalah bagi Trump. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
2 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
3 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
4 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
5 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
6 jam yang lalu
Infografis
Selain Donald Trump,...
Selain Donald Trump, 4 Capres Ini juga Ditembak saat Kampanye
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved