Kekurangan Alat Tes Corona, Israel Kerahkan Mossad Dekati Negara Muslim

Sabtu, 21 Maret 2020 - 12:11 WIB
Kekurangan Alat Tes...
Kekurangan Alat Tes Corona, Israel Kerahkan Mossad Dekati Negara Muslim
A A A
YERUSALEM - Pemerintah Israel mengerahkan badan intelijen asingnya, Mossad, untuk membantu mengamankan pembelian alat tes virus corona baru, COVID-19, dari negara-negara lain yang tak menjalin hubungan diplomatik. Badan intelijen itu bahkan mendekati negara-negara Arab dan Muslim yang sudah mendapat pasokan peralatan yang melimpah.

Sepak terjang badan intelijen itu dikonfirmasi para pejabat pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Mengutip laporan Axios, Sabtu (21/3/2020), Israel sedang krisis peralatan medis yang dibutuhkan untuk melawan wabah corona baru. Hal itu membuat kedutaan besar Israel dan bahkan Mossad saling bahu-membahu untuk mendapatkan semua peralatan dari masker medis hingga alat tes.

Netanyahu, lanjut laporan tersebut, telah meminta bantuan Mossad yang dapat menggunakan jaringan kontak rahasia di seluruh dunia untuk memperoleh pasokan medis yang relevan. (Baca juga: Raja Salman Merespons Corona: Percaya Allah, Lakukan yang Bisa Dilakukan )

Para mata-mata rezim Zionis itu mulai mendekati negara-negara Arab dan Muslim yang sudah memiliki pasokan medis yang melimpah, namun itu jadi masalah karena Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara tersebut.

Masih menurut laporan Axios, Mossad berhasil membeli 100.000 alat tes yang tiba di Israel Kamis malam. Badan intelijen itu hanya memberi penjelasan singkat kepada wartawan tentang pencapaiannya. Namun, kerja keras para agen mata-mata itu ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan pemeritah.

Seorang pejabat mengatakan Kementerian Kesehatan Israel menginginkan penyeka dan tabung tes untuk mengumpulkan sampel dari pasien. Sedangkan Mossad membeli kit test yang saat ini tidak diperlukan. Para pejabat menyalahkan terjadinya "miskomunikasi."

Kantor Netanyahu tetap membela dengan mengatakan pasokan medis yang sudah dibeli akan digunakan untuk keperluan lain. Kantor itu meminta Departemen Kesehatan untuk mengeluarkan pernyataan yang memuji Mossad.
(mas)
Berita Terkait
Netanyahu: Gelombang...
Netanyahu: Gelombang Kedua Wabah COVID-19 Bisa Lenyapkan Umat Manusia
Dalam Perang Lawan Corona,...
Dalam Perang Lawan Corona, Sepak Terjang Mossad Tak Lagi Rahasia
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Corona Mewabah, Kabah...
Corona Mewabah, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
45 menit yang lalu
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
4 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
4 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
7 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
9 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Secara Statistik Mampu Ratakan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved