Dahsyatnya Efek Corona, Maskapai-maskapai Dunia di Ambang Bangkrut

Rabu, 18 Maret 2020 - 08:26 WIB
Dahsyatnya Efek Corona,...
Dahsyatnya Efek Corona, Maskapai-maskapai Dunia di Ambang Bangkrut
A A A
SYDNEY - Maskapai penerbangan di seluruh dunia menghadapi ancaman eksistensial yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika virus corona jenis baru, COVID-19, menghentikan perjalanan global. Kondisi itu menyebabkan sebagian besar maskapai di ambang kebangkrutan.

Ancaman kebangkrutan terjadi setelah pemerintah-pemerintah tempat maskapai berbasis enggan memberikan dana talangan atau bailout karena terlalu besar.

Campuran antara ketakutan, larangan perjalanan yang melumpuhkan dan kepanikan investor telah memukul sektor industri ini. Banyak permintaan perjalanan dibatalkan dan operator mengurangi kapasitas penerbangan hingga 90 persen.

Satu maskapai yang bermasalah, Flybe yang berbasis di Inggris, telah menderita. Para analis pasar percaya banyak lagi maskapai yang bisa menyusul.

"Pada akhir Mei 2020, sebagian besar maskapai penerbangan di dunia akan bangkrut," bunyi peringatan firma intelijen pasar, CAPA.

Bahkan sebelum Presiden AS Donald Trump secara efektif melarang perjalanan trans-Atlantik, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan krisis COVID-19 akan menelan biaya industri penerbangan USD113 miliar, atau hampir 20 persen dari pendapatannya tahun ini.

Brendan Sobie, seorang analis penerbangan independen yang berbasis di Singapura, mengatakan situasi global ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Anda dapat membandingkannya dengan hal-hal seperti SARS atau krisis keuangan global, tetapi saya pikir ini lebih dari itu. Tidak ada yang benar-benar tahu berapa lama itu akan berlangsung dan apa dampak penuhnya nantinya," ujarnya, seperti dikutip New Straits Times, Rabu (18/3/2020).

Maskapai-masakapai dunia sekarang berjibaku memangkas biaya dan mendukung "perang perusahaan" di mana yang bisa memungkinkan, termasuk memberhentikan staf, memotong rute, menegosiasikan kembali kesepakatan dengan pemasok dan menerbangkan pesawat yang lebih kecil, yang lebih murah untuk dijalankan.

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, telah memangkas kapasitas penerbangan internasional hingga 90 persen dan rute domestik sebesar 60 persen. Demikian pula, British Airways memangkas kapasitas hingga 75 persen.

Sementara itu, maskapai nasional Belanda KLM berencana untuk memotong hingga 2.000 pekerjaan. CEO Delta Air Lines telah mendapati gajinya dipotong menjadi nol, dan Lufthansa menangguhkan dividen.

Dalam memo internal, Malaysia Airlines mengakui perusahaan itu sudah dalam "situasi kritis" dan mendesak staf untuk mengambil cuti sukarela yang tidak dibayar.

"Banyak maskapai penerbangan sekarang berisiko bangkrut dan Malaysia Airlines tidak berbeda," tulis kepala keuangan maskapai tersebut, Boo Hui Yee.

Terhadap latar belakang yang suram ini, bisikan yang sebelumnya hening tentang dana talangan pemerintah telah menjadi jeritan panik untuk mendapatkan bantuan. Maskapai penerbangan Inggris dikatakan telah meminta dukungan lebih dari USD9 miliar kepada pemerintah.

Kelompok dagang Airlines for America telah menyerukan bailout USD50 miliar, lebih dari tiga kali lipat bantuan yang diberikan setelah serangan 9/11.
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Hampir 5.500 Tentara...
Hampir 5.500 Tentara AS Terinfeksi Virus Covid-19
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Ilmuwan AS: Sinar Matahari...
Ilmuwan AS: Sinar Matahari Hancurkan Virus Corona dengan Cepat
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
8 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
9 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
11 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
12 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
13 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
14 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved