Pejabat Dunia Pun Tak Luput dari Serangan Virus Corona
Kamis, 12 Maret 2020 - 07:14 WIB
Pejabat Dunia Pun Tak Luput dari Serangan Virus Corona
A
A
A
LONDON - Ketika melakukan dinas kerja ke lapangan, ke luar kota, atau ke luar negeri, para pejabat termasuk kelompok yang rentan tertular virus corona Covid-19. Interaksi yang tinggi dengan anggota masyarakat atau pihak lain bisa saja menyebabkan mereka turut menjadi korban.
Seperti dilansir BBC, baru-baru ini anggota Parlemen Inggris Nadine Dorries yang biasanya mengumumkan kasus Covid-19 kini justru dilaporkan positif terinfeksi virus tersebut. Hal itu dia konfirmasi sendiri setelah melakukan pemeriksaan. Saat ini politikus Konservatif itu mengisolasi diri di rumah.
“Ibu Dorries menunjukkan gejala sakit pada Kamis lalu (5/3/2020). Pada hari itu beliau menghadiri acara yang diselenggarakan Perdana Menteri Boris Johnson,” ungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Inggris. Anggota Parlemen Rachael Maskell yang berinteraksi dengan Dorries juga mengarantina diri sedikitnya 14 hari.
Sejauh ini tidak diketahui berapa banyak acara yang dihadiri Dorries dalam sepekan terakhir, baik di Westminster atau di daerah lain, sehingga langkah pencegahan belum diambil. Namun dia diketahui menghadiri sebuah acara peringatan Hari Perempuan Internasional di Downing Street, London, pekan lalu.
Lembaga kesehatan Inggris menyatakan akan memberi tahu orang yang melakukan interaksi dengan Dorries, termasuk bapak ibu menteri dan pejabat dalam sepekan terakhir. Mereka yang mengalami sakit diimbau melaporkan diri dan mengisolasi diri. Tapi, tidak diketahui jika PM Johnson masuk daftar tersebut. (Baca: Diduga Terinfeksi Virus Corona, Menhan Norwegia Diisolasi)
“Saya juga diminta untuk mengisolasi diri karena telah melakukan pertemuan dengan Ibu Menkes pada akhir pekan lalu,” kicau Rachael di Twitter. Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris, Matt Hancock, menilai langkah yang diambil Dorries dan Rachael sudah benar. Dia behrarap keduanya akan dapat kembali pulih.
Sampai berita ini diturunkan, sebanyak 6 dari 382 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 tewas di Negara Persemakmuran Inggris. Konsentrasi terbesar terletak di Inggris, yakni 324 pasien. Disusul Skotlandia 27, Irlandia Utara 16, dan Wales 15. Korban tewas teranyar adalah seorang pria lansia berusia 80-an.
Pejabat di Iran juga tidak terbebas dari serangan Covid-19. Sedikitnya 23 dari 290 anggota parlemen dan pejabat senior kesehatan nasional Iran dilaporkan positif terjangkit virus yang diyakini berasal dari kelelawar tersebut. Mereka diyakini bepergian satu rombongan dan tertular setelah berkunjung ke luar negeri.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohammad Mirmohammadi, juga terinfeksi Covid-19. Begitu pun dengan Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar; Wakil Menteri Kesehatan Komite Covid-19, Irah Harirchi; dan Kepala Layanan Medis Darurat Pir-Hossein Koliband.
Mirmohammadi tidak mampu bertahan dan meninggal di usia 71 tahun. Kematiannya disusul anggota Parlemen Iran Fatemeh Rahbar yang juga meninggal akibat Covid-19. Dia sempat mengalami koma selama beberapa lama. Ironisnya Fatemeh baru saja terpilih sebagai anggota Parlemen Teheran selama sebulan.
Fatemeh merupakan anggota parlemen kedua yang meninggal akibat Covid-19 di Iran dan salah satu dari tujuh pejabat pemerintah dan politisi Iran yang meninggal dunia. Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Sheikholeslam, juga dalam kondisi kritis dan tidak lama kemudian meninggal. (Baca juga: Menkes Junior Inggris Nadine Dorries Positif Terinveksi Virus Corona)
Iran merupakan negara terdampak terburuk kedua setelah China. Sedikitnya 8.042 orang positif terinfeksi Covid-19 dengan jumlah korban tewas mencapai 291 orang. Dengan kondisi yang semakin memburuk, Iran mendapatkan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatasi wabah tersebut.
Sebanyak empat anggota Parlemen Prancis juga saat ini dirawat di RS akibat terjangkit Covid-19. Pemerintah Prancis telah memperketat peraturan di ruang publik dengan memberlakukan larangan pertemuan pada akhir pekan. “Prioritas kami ialah memperlambat penularan,” kata Menkes Olivier Veran.
Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), sebanyak 7 anggota Kongres memilih untuk mengisolasi diri sebagai bentuk pencegahan setelah berinteraksi dengan pasien Covid-19. Lima anggota Kongres dari Partai Republik melakukan pertemuan dengan seseorang selama konferensi yang saat itu tidak diketahui positif.
Kelima anggota Kongres itu ialah Ted Cruz, Matt Gaetz, Doug Collins, Paul Gosar, dan Mark Meadows. Langkah serupa juga diambil dua Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Julia Brownley dan Don Beyer. “Saya merasa sehat-sehat saja, tapi saya perlu hati-hati dan akan tinggal di rumah,” kata Cruz seperti dilansir CNN.
Di New Delhi, India, sebagian besar anggota parlemen belakangan ini juga ramai mengenakan masker karena takut tertular Covid-19. Anggota Parlemen India, Navneet Rana, mengemukakan alasannya. Dia mengatakan pemakaian masker disarankan karena Gedung Parlemen termasuk tempat yang ramai dikunjungi. (Muh Shamil)
Seperti dilansir BBC, baru-baru ini anggota Parlemen Inggris Nadine Dorries yang biasanya mengumumkan kasus Covid-19 kini justru dilaporkan positif terinfeksi virus tersebut. Hal itu dia konfirmasi sendiri setelah melakukan pemeriksaan. Saat ini politikus Konservatif itu mengisolasi diri di rumah.
“Ibu Dorries menunjukkan gejala sakit pada Kamis lalu (5/3/2020). Pada hari itu beliau menghadiri acara yang diselenggarakan Perdana Menteri Boris Johnson,” ungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Inggris. Anggota Parlemen Rachael Maskell yang berinteraksi dengan Dorries juga mengarantina diri sedikitnya 14 hari.
Sejauh ini tidak diketahui berapa banyak acara yang dihadiri Dorries dalam sepekan terakhir, baik di Westminster atau di daerah lain, sehingga langkah pencegahan belum diambil. Namun dia diketahui menghadiri sebuah acara peringatan Hari Perempuan Internasional di Downing Street, London, pekan lalu.
Lembaga kesehatan Inggris menyatakan akan memberi tahu orang yang melakukan interaksi dengan Dorries, termasuk bapak ibu menteri dan pejabat dalam sepekan terakhir. Mereka yang mengalami sakit diimbau melaporkan diri dan mengisolasi diri. Tapi, tidak diketahui jika PM Johnson masuk daftar tersebut. (Baca: Diduga Terinfeksi Virus Corona, Menhan Norwegia Diisolasi)
“Saya juga diminta untuk mengisolasi diri karena telah melakukan pertemuan dengan Ibu Menkes pada akhir pekan lalu,” kicau Rachael di Twitter. Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris, Matt Hancock, menilai langkah yang diambil Dorries dan Rachael sudah benar. Dia behrarap keduanya akan dapat kembali pulih.
Sampai berita ini diturunkan, sebanyak 6 dari 382 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 tewas di Negara Persemakmuran Inggris. Konsentrasi terbesar terletak di Inggris, yakni 324 pasien. Disusul Skotlandia 27, Irlandia Utara 16, dan Wales 15. Korban tewas teranyar adalah seorang pria lansia berusia 80-an.
Pejabat di Iran juga tidak terbebas dari serangan Covid-19. Sedikitnya 23 dari 290 anggota parlemen dan pejabat senior kesehatan nasional Iran dilaporkan positif terjangkit virus yang diyakini berasal dari kelelawar tersebut. Mereka diyakini bepergian satu rombongan dan tertular setelah berkunjung ke luar negeri.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohammad Mirmohammadi, juga terinfeksi Covid-19. Begitu pun dengan Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar; Wakil Menteri Kesehatan Komite Covid-19, Irah Harirchi; dan Kepala Layanan Medis Darurat Pir-Hossein Koliband.
Mirmohammadi tidak mampu bertahan dan meninggal di usia 71 tahun. Kematiannya disusul anggota Parlemen Iran Fatemeh Rahbar yang juga meninggal akibat Covid-19. Dia sempat mengalami koma selama beberapa lama. Ironisnya Fatemeh baru saja terpilih sebagai anggota Parlemen Teheran selama sebulan.
Fatemeh merupakan anggota parlemen kedua yang meninggal akibat Covid-19 di Iran dan salah satu dari tujuh pejabat pemerintah dan politisi Iran yang meninggal dunia. Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Sheikholeslam, juga dalam kondisi kritis dan tidak lama kemudian meninggal. (Baca juga: Menkes Junior Inggris Nadine Dorries Positif Terinveksi Virus Corona)
Iran merupakan negara terdampak terburuk kedua setelah China. Sedikitnya 8.042 orang positif terinfeksi Covid-19 dengan jumlah korban tewas mencapai 291 orang. Dengan kondisi yang semakin memburuk, Iran mendapatkan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatasi wabah tersebut.
Sebanyak empat anggota Parlemen Prancis juga saat ini dirawat di RS akibat terjangkit Covid-19. Pemerintah Prancis telah memperketat peraturan di ruang publik dengan memberlakukan larangan pertemuan pada akhir pekan. “Prioritas kami ialah memperlambat penularan,” kata Menkes Olivier Veran.
Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), sebanyak 7 anggota Kongres memilih untuk mengisolasi diri sebagai bentuk pencegahan setelah berinteraksi dengan pasien Covid-19. Lima anggota Kongres dari Partai Republik melakukan pertemuan dengan seseorang selama konferensi yang saat itu tidak diketahui positif.
Kelima anggota Kongres itu ialah Ted Cruz, Matt Gaetz, Doug Collins, Paul Gosar, dan Mark Meadows. Langkah serupa juga diambil dua Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Julia Brownley dan Don Beyer. “Saya merasa sehat-sehat saja, tapi saya perlu hati-hati dan akan tinggal di rumah,” kata Cruz seperti dilansir CNN.
Di New Delhi, India, sebagian besar anggota parlemen belakangan ini juga ramai mengenakan masker karena takut tertular Covid-19. Anggota Parlemen India, Navneet Rana, mengemukakan alasannya. Dia mengatakan pemakaian masker disarankan karena Gedung Parlemen termasuk tempat yang ramai dikunjungi. (Muh Shamil)
(ysw)