Wan Azizah Bisa Menjadi PM Wanita Pertama Malaysia

Senin, 24 Februari 2020 - 15:22 WIB
Wan Azizah Bisa Menjadi...
Wan Azizah Bisa Menjadi PM Wanita Pertama Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Wakil Perdana Menteri (PM) Wan Azizah Wan Ismail disebut-sebut akan menjadi perdana menteri (PM) wanita pertama di Malaysia setelah pengunduran diri Mahathir Mohamad. Sumber yang dekat dengan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengatakan Wan Azizah akan jadi PM sementara atau interim.

Wan Azizah sendiri adalah istri Anwar Ibrahim. Klaim sumber tersebut, jika benar, adalah skenario politik yang wajar setelah dugaan kudeta untuk membentuk pemerintahan baru oleh beberapa politisi partai berkuasa dengan para politisi partai-partai oposisi gagal. Dugaan kudeta itu bertujuan mencegah penyerahan kekuasaan Mahathir kepada Anwar Ibrahim.

Seorang sumber mengatakan kepada Malay Mail, Senin (24/2/2020), bahwa Mahathir telah menunjuk Wan Azizah sebagai perdana menteri sementara.

"Wan Azizah adalah perdana menteri sementara," kata sumber tersebut ketika ditanya sosok pengganti Mahathir setelah partainya, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) atau Partai Bersatu, memutuskan keluar dari koalisi Pakatan Harapan.

Pada saat yang sama, sumber itu juga mengatakan bahwa Menteri Urusan Ekonomi Azmin Ali yang juga Wakil Presiden PKR dan wanita tangan kanannya; Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin, yang merupakan pejabat senior partai telah dipecat dari PKR.

Dalam posting Facebook terpisah, Presiden PPBM Muhyiddin Yassin mengatakan partai telah memutuskan untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan setelah pertemuan partai kemarin yang melibatkan para pemimpin seniornya.

“Pimpinan puncak PPBM telah memutuskan dalam pertemuan khusus yang diadakan pada 23 Februari 2020 untuk meninggalkan Pakatan Harapan," katanya.

“Semua Anggota Parlemen (dari) PPBM juga telah keluar dari Pakatan Harapan. Mereka semua telah menandatangani deklarasi hukum untuk terus mendukung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia," kata Muhyiddin.

Pada hari Minggu, Partai Bersatu, UMNO, PAS (Partai Islam se-Malaysia), Aliansi Partai Sarawak, Parti Warisan Sabah, dan faksi PKR yang bersekutu dengan Azmin Ali berkumpul untuk pertemuan sembunyi-sembunyi. Tujuan pertemuan itu untuk membentuk pemerintahan baru yang sekaligus untuk menggalkan transfer kekuasaan dari Mahathir ke Anwar.

Terlepas dari spekulasi terbuka bahwa pemerintah Pakatan Harapan akan segera runtuh dan digantikan oleh aliansi baru partai-partai yang berkuasa dan oposisi, tidak ada pemimpin atau perwakilan pemerintah yang muncul untuk menyangkal hal ini.

Sementara itu, Anwar Ibrahim menggambarkan pertemuan rahasia partai-partai para hari Minggu sebagai pengkhianatan.
(mas)
Berita Terkait
Mahathir Ragukan Klaim...
Mahathir Ragukan Klaim Anwar Ibrahim Soal Dukungan di Parlemen
Tak Ikut Pemilihan Negara...
Tak Ikut Pemilihan Negara Bagian, Mahathir: Saya Sudah Tua dan Pikun
Mengejutkan, Mahathir...
Mengejutkan, Mahathir Mohamad Kalah di Pemilu Malaysia
Anwar Ibrahim Selangkah...
Anwar Ibrahim Selangkah Menuju Kursi PM
Raja Malaysia Keracunan...
Raja Malaysia Keracunan Makanan dan Masih Dirawat di IJN
Jalan Terjal Anwar Ibrahim...
Jalan Terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
18 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
3 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved