Larang Ponsel, Kim Jong-un Takut Jadi Target AS setelah Soleimani?

Rabu, 19 Februari 2020 - 15:03 WIB
Larang Ponsel, Kim Jong-un...
Larang Ponsel, Kim Jong-un Takut Jadi Target AS setelah Soleimani?
A A A
SEOUL - Otoritas Korea Utara (Korut) melarang penggunaan semua ponsel di negara itu selama beberapa minggu setelah komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dibunuh Amerika Serikat (AS) melalui serangan drone di Baghdad.

Setelah membunuh jenderal Teheran tersebut, Amerika dilaporkan memantau setiap gerakan dan kondisi mental pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Pemantauan itu melalui seluruh sumber intelijen Washington.

Pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS berlangsung Januari lalu. Pembunuhan tersebut telah menyebabkan Washington dan Teheran di ambang perang. Teheran telah membalas dengan menyerang dua pangkalan militer Irak yang dioperasikan militer AS. Serangan sejumlah rudal balistik itu menyebabkan ratusan tentara Washington menderita cedera otak traumatis.

Menurut analisis intelijen Amerika, Kim Jong-un dilanda kecemasan dan keterkejutan yang ekstrem setelah mengetahui tentang pembunuhan Soleimani. Dia berfokus untuk memahami situasi di Pyongyang.

Seorang pejabat administrasi AS yang berbicara dalam kondisi anonim kepada surat kabar The Dong-A Ilbo pada hari Senin (17/2/2020) lalu mengatakan bahwa larangan penggunaan ponsel di Korea Utara selama beberapa minggu tersebut adalah temuan dari seluruh sumber intelijen yang dikumpulkan oleh badan intelijen AS.

Seluruh sumber intelijen Amerika itu mengacu pada semua sumber informasi dan intelijen, termasuk human intelligence (Humint), imagery intelligence (Imit), dan signals intelligence (Sigint).

Larangan penggunaan ponsel di Korut selama berminggu-minggu itu telah memicu spekulasi bahwa Kim Jong-un takut dijadikan target pembunuhan berikutnya oleh AS setelah Soleimani. Terlepas benar atau tidaknya spekulasi itu, ini adalah pertama kalinya badan intelijen AS memahami kondisi mental Kim Jong-un dan kepemimpinan Korea Utara menggunakan aset intelijennya.

Larangan penggunaan semua ponsel di Korea Utara itu juga dalam upaya untuk memblokir informasi luar dan mencegah ancaman eksternal. AS dilaporkan menganalisis intelijen pada BTS ponsel di Korea Utara untuk memahami situasinya.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Jelang Pilpres AS 2024
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Kim Jong-un Pamer Drone...
Kim Jong-un Pamer Drone Misteri Baru, Korut Punya MQ-9 Reaper?
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Berita Terkini
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
7 menit yang lalu
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
1 jam yang lalu
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
1 jam yang lalu
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
2 jam yang lalu
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Infografis
Gunung Berapi Bawah...
Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Ancaman AS setelah Kebakaran Hutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved