Kota Ditutup, Warga China Bunuh Rasa Bosan dengan Game Online

Rabu, 05 Februari 2020 - 08:00 WIB
Kota Ditutup, Warga...
Kota Ditutup, Warga China Bunuh Rasa Bosan dengan Game Online
A A A
WUHAN - Game online dan aplikasi video pendek menjadi pihak yang diuntungkan dari wabah virus corona di China. Terjadi peningkatan view dan download pada aplikasi dan game online saat warga yang bosan berada di dalam rumah mencari hiburan dan cara membunuh waktu.

Saat ini jutaan warga China mengkarantina diri sendiri di dalam rumah dan apartemen untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Perubahan kondisi ini membuat banyak perusahaan mempromosikan produk-produknya secara online.

Biasanya warga China melakukan perjalanan dan berkumpul keluarga saat libur Tahun Baru Imlek, namun banyak yang membatalkan rencana mudik itu karena khawatir dengan penyebaran virus corona yang telah menewaskan lebih dari 420 orang. Pemerintah juga menutup sejumlah wilayah dan kota untuk mencegah penyebaran wabah.

"Saya hanya menggunakan telepon seluler selama tiga jam sehari di tempat kerja, tapi delapan jam setiap hari selama Festival Musim Semi, karena ini sangat membosankan," tutur Lu Zhang, guru sekolah menengah atas di provinsi Shandong.

Para investor pun menangkap tren tersebut sehingga saham-saham penerbit game China, seperti Tencent naik 2% di Hong Kong pada Selasa (4/2), melebihi kenaikan 1% pada bursa saham Hong Kong. Adapun di New York, NetEase naik hampir 3%.

Saham platform video China, Bilibili, yang dilisting di Amerika Serikat (AS) naik hampir 7%, adapun saham mesin pencari Baidu dan raksasa e-commerce Alibaba juga menguat.

Lima pengembang game online, termasuk Ourpalm naik ke level maksimal yang diizinkan sebesar 10% pada Selasa (4/2).

Download pekanan meningkat 77% di aplikasi video Xigua, ByteDance, dari 20 Januari hingga 26 Januari setelah mengumumkan rencana menayangkan premier film "Lost in Russia" secara gratis.

"Waktu saya di layar ponsel kemarin melebihi 10 jam. Apa yang Anda sarankan agar saya lakukan selain melihat ponsel," ungkap Wang, warga Shanghai.

Aplikasi kesehatan dan fitnes seperti Keep juga banyak diunduh. Pendapatannya naik 15% selama sepekan terakhir. Aplikasi layanan kesehatan Pingan Good Doctor juga mengalami peningkatan download hingga 1.186%.

"Kami yakin perusahaan-perusahaan internet dan logistik China dapat berlindung," papar pengamat dari Bernstein Research, saat tren semua produk dan layanan pindah ke online.
(sfn)
Berita Terkait
Seluruh Pasien Virus...
Seluruh Pasien Virus Corona di Kota Wuhan Sudah Sembuh
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
9 menit yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
1 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
2 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
11 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
12 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
13 jam yang lalu
Infografis
Kota dengan Durasi Puasa...
Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Terlama dan Tersingkat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved