Johnson Perkeras Aturan dalam Kasus Terorisme Usai Teror London

Selasa, 04 Februari 2020 - 10:01 WIB
Johnson Perkeras Aturan...
Johnson Perkeras Aturan dalam Kasus Terorisme Usai Teror London
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan menghentikan pembebasan terlalu cepat dari penjara bagi para narapidana teroris. Kebijakan itu akan diterapkan setelah serangan jalanan oleh seorang militan beberapa hari setelah pelaku bebas dari hukuman penjara.

Sudesh Amman dipenjara pada 2018 karena memiliki dokumen teroris dan menyebarkan publikasi teroris. Dia ditembak mati oleh polisi pada Minggu (2/2) setelah dia menikam dua orang dengan pisau sepanjang 25 cm dalam serangan di jalanan London yang ramai.

Amman, 20, sebelumnya merupakan pengagum kelompok Negara Islam, share majalah online al Qaeda dan mendorong teman wanitanya untuk memenggal orang tuanya.

Johnson menyatakan dia tidak akan membebaskan para narapidana sebelum mereka menyelesaikan masa hukuman dan tanpa ada pengawasan.

"Kami pikir ini waktunya bertindak memastikan bahwa orang, yang bebas dari hukum yang kita bawa, orang dalam arus sekarang tidak secara otomatis bisa bebas lebih awal," papar Johnson, dilansir Reuters.

Pemerintah telah berjanji memperkeras aturan tentang terorisme sejak bekas narapidana lainnya membunuh dua orang dan melukai tiga orang lainnya sebelum polisi menembaknya hingga tewas dekat Jembatan London pada November lalu.

Menteri Kehakiman Robert Buckland menyatakan setelah serangan itu, legislasi darurat akan dibahas untuk melakukan perubahan segera dalam menghadapi orang yang didakwa dalam kasus terorisme.

"Para narapidana tidak lagi dibebaskan lebih awal secara otomatis dan setiap pembebasan sebelum akhir masa hukuman tergantung pada penilaian risiko oleh dewan pembebasan bersyarat," kata Buckland pada parlemen.
(sfn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
21 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved