Kesepakatan Abad Ini adalah Pengesahan Pendudukan Israel atas Palestina

Senin, 03 Februari 2020 - 06:00 WIB
Kesepakatan Abad Ini...
Kesepakatan Abad Ini adalah Pengesahan Pendudukan Israel atas Palestina
A A A
WASHINGTON - Kesepakatan abad ini, sebuah perjanjian perdamaian Timur Tengah bentukan Amerika Serikat (AS) dinilai hanyalah "stempel karet" terhadap pendudukan Israel atas Palestina. Hal itu disampaikan oleh aktivis sekaligus penulis Israel-Amerika, Miko Peled.

"Seluruh kehebohan atas Kesepakatan Abad Ini, yang bukan merupakan kesepakatan bagi siapa pun, pada dasarnya memberikan stempel final, stempel karet AS, bagi Israel untuk terus maju dan mengendalikan semua wilayah Palestina dan mengambil semua Tepi Barat atau sebanyak yang diinginkannya," ucap Peled.

"Ini menempatkan kedaulatan Israel atau mengakui kedaulatan Israel di bagian Tepi Barat yang belum secara resmi menjadi bagian dari kedaulatan Israel. Palestina benar mengatakan bahwa mereka tidak akan ada hubungannya dengan ini," sambungnya, seperti dilansir Sputnik.

Dia mengatakan, orang-orang Palestina seharusnya skeptis terhadap mediasi Washington. Pemerintahan Donald Trump pada akhir 2017 mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Selain itu, apa yang disebut rencana perdamaian Trump diharapkan akan memungkinkan aneksasi Israel atas sejumlah besar Tepi Barat yang diduduki. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah berulang kali berjanji untuk mencaplok Lembah Yordan jika terpilih kembali dalam pemilihan umum pada bulan Maret mendatang.

“Semua Palestina telah berada di bawah kendali Israel, dijajah, didiami oleh orang Yahudi Israel. Ini hanya menambahkan cap persetujuan untuk jenis langkah terakhir. Kami memiliki tujuh juta warga Palestina yang tinggal di Palestina yang bersejarah, yang sekarang bernama Israel, yang tidak memiliki hak," ungkapnya.

"Tergantung di mana mereka tinggal secara tepat, hak mereka beragam, tetapi pada dasarnya mereka tidak memiliki hak, tidak ada akses ke sumber daya, mereka dibunuh dan ditangkap serta dipaksa ke pengasingan setiap hari," lanjut Peled.

Dia menegaskan, tanah warga Palestina yang berada di pengungsian telah disita oleh otoritas. "Sekali lagi, ada lima juta warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dilarang untuk kembali ke rumah mereka," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
56 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
1 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
2 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
3 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved