Rusia Pertanyakan Kelayakan Rencana Perdamaian Timur Tengah AS

Minggu, 02 Februari 2020 - 21:46 WIB
Rusia Pertanyakan Kelayakan...
Rusia Pertanyakan Kelayakan Rencana Perdamaian Timur Tengah AS
A A A
MOSKOW - Rusia mempertanyakan kelayakan dari recanan perdamaian Timur Tengah bentukan Amerika Serikat (AS). Rencana perdamaian yang diumumkan Donald Trump pekan lalu tersebut mendapat penolakan dari banyak pihak.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Moskow menilai rencana perdamaian Timur Tengah AS bertentangan dengan beberapa resolusi PBB. Peskov lalu mengatakan, jika melihat respon Palestina dan banyak negara Arab, Rusia mempertanyakan kelayakan dari rencana tersebut.

"Kami melihat reaksi dari Palestina, kami melihat reaksi berbagai negara Arab yang memihak Palestina dalam menolak rencana tersebut. Ini, jelas membuat orang berpikir tentang kelayakannya," kata Peskov, seperti dilansir Reuters pada Minggu (2/2/2020).

Sementara itu, sebelumnya Presiden Palestina, Mahmaoud Abbas, mengumumkan pemutusan semua hubungan dengan Israel dan AS, termasuk kerja sama keamanan. Pengumunan ini menyusul dirilisnya rencana perdamaian Timur Tengah AS.

Abbas mengatakan, rencana perdamaian yang diungkapkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa lalu adalah pelanggaran terhadap perjanjian otonomi yang diluncurkan di Oslo pada tahun 1993 oleh Israel dan Palestina.

"Israel harus memikul tanggung jawab sebagai kekuatan pendudukan untuk wilayah Palestina," kata Abbas dalam pertemuan darurat Liga Arab di Kairo.

Menurut Abbas, dia mengatakan kepada Israel dan AS bahwa tidak akan ada hubungan dengan mereka, termasuk hubungan keamanan setelah kesepakatan yang dikatakan Palestina sangat menguntungkan Israel.
(esn)
Berita Terkait
Putin: Kebijakan Amerika...
Putin: Kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah Jelas Gagal Total
Massa Aksi Solidaritas...
Massa Aksi Solidaritas Palestina Segel Kedubes Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Rusia Dilaporkan Coba...
Rusia Dilaporkan Coba Tengahi Pembicaraan AS dan Palestina
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
54 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
1 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
2 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
3 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved