Air Minum di AS Sebagian Terkontaminasi Bahan Kimia 'Forever'

Kamis, 23 Januari 2020 - 00:01 WIB
Air Minum di AS Sebagian...
Air Minum di AS Sebagian Terkontaminasi Bahan Kimia 'Forever'
A A A
WASHINGTON - Kontaminasi "bahan kimia forever" terhadap air minum di Amerika Serikat (AS) ternyata jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelumnya dengan level tertinggi ditemukan di Miami, Philadelphia dan New Orleans.

Laporan terbaru itu dirilis grup pengawas lingkungan Environmental Working Group (EWG). Bahan kimia "forever" itu sulit terurai di lingkungan dan disebut sebagai perfluoroalkyl substances atau PFAS. Beberapa pihak mengaitkan PFAS dengan kanker, kerusakan liver, bobot bayi yang rendah dan masalah kesehatan lainnya.

Temuan oleh EWG itu mengungkap perkiraan sebelumnya pada 2018 berdasarkan data Badan Proteksi Lingkungan AS (EPA) yang tak dipublikasikan bahwa 110 juta warga AS mungkin terkontaminasi dengan PFAS. Jumlah tersebut bisa lebih banyak.

"Hampir mustahil menghindari air minum terkontaminasi bahan kimia itu," ungkap David Andrews, peneliti senior di EWG dan salah satu penulis laporan itu.

Bahan kimia itu digunakan dalam berbagai produk seperti Teflon dan Scotchguard serta busa pemadam kebakaran. Beberapa digunakan dalam beragam produk lainnya dan proses industri. Selain itu, pengganti bahan tersebut juga memiliki risiko.

Sampel air kran yang diambil oleh EWG dari 44 lokasi di 31 negara bagian dan Washington DC, hanya satu lokasi, Meridian, Mississippi, yang tergantung pada sumur sedalam 215 meter yang tak terdapat PFAS.

Hanya Seattle dan Tuscaloosa, Alabama, yang memiliki level di bawah 1 bagian per triliun (PPT), batas yang direkomendasikan EWG.

EWG juga menemukan rata-rata enam dari tujuh komponen PFAS ditemukan di sejumlah lokasi yang dites dan dapat mempengaruhi kesehatan. "Semua orang benar-benar terpapar sup racun bahan kimia PFAS ini," ujar Andrews, dilansir Reuters.

Di 34 tempat yang dites oleh EWG terdapat PFAS, kontaminasi belum dipublikasikan oleh EPA atau badan lingkungan negara bagian.

EPA telah mengetahui sejak 2001 tentang masalah PFAS di air minum tapi sejauh ini gagal menetapkan batas yang diperbolehkan secara nasional. EPA menyatakan tahun lalu akan memulai proses menetapkan batas untuk dua bahan kimia, PFOA dan PFOS.
(sfn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
1 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
2 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
2 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
3 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved