Lepas Gelar Kerajaan, Harry-Meghan Tak Lagi Jadi yang Mulia

Senin, 20 Januari 2020 - 07:25 WIB
Lepas Gelar Kerajaan,...
Lepas Gelar Kerajaan, Harry-Meghan Tak Lagi Jadi yang Mulia
A A A
LONDON - Harry dan istrinya, Meghan Markle, melepaskan gelar kerajaan dan tidak lagi menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris. Mereka akan membangun jalan kehidupan sendiri menjadi keluarga independen yang tidak mengandalkan dana yang diambil dari pajak rakyat Inggris.

Mereka tidak lagi menggunakan gelar “Royal Highness”. Itu mengakhiri spekulasi ketegangan di keluarga Kerajaan Inggris sejak awal bulan ini ketika Meghan dan Harry mengumumkan rencana melepaskan jabatan Kerajaan Inggris dan tidak lagi menjalankan tugas kerajaan. Mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Kanada.

Ratu dan anggota senior keluarga kerajaan pekan lalu bertemu dan mendiskusikan situasi terakhir dengan diskusi yang konstruktif dan bersahabat. Mereka juga berdiskusi dengan para pejabat kerajaan untuk membahas bagaimana solusi permasalahan bagi Harry dan Meghan.

“Harry, Meghan, dan Archie akan selalu dicintai sebagai anggota keluarga saya,” kata Ratu Elizabeth dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Istana Buckingham, dilansir Reuters. “Saya menganggap tantangan bahwa mereka memiliki pengalaman sebagai hasil ketegangan yang intensif selama dua tahun terakhir. Saya juga mendukung keinginan mereka untuk membangun kehidupan yang independen,” ucapnya.

Ratu Elizabeth menyatakan dirinya sangat bangga bagaimana cepatnya Meghan menjadi keluarganya. Pasangan yang menikah pada Mei 2018 dengan acara mewah di Istana Windsor, London barat, dan di-tonton jutaan orang di seluruh dunia.

Meski demikian, Harry tetap menjadi seorang pangeran dan pasangan itu tetap mempertahankan gelar Duke dan Duchess of Sussex di saat mereka akan membagi kehidupan di Amerika Utara dan Inggris. Namun, mereka tidak akan ikut dalam berbagai acara seremonial dan tur luar negeri kerajaan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka atas semua kerja penuh dedikasi di negeri ini, Persemakmuran, dan seterusnya; dan saya sangat bangga kepada Meghan, yang begitu cepat menjadi bagian dari keluarga kami,” ungkap Ratu Elizabeth. “Adalah harapan seluruh keluarga saya bahwa kesepakatan hari ini (kemarin) memungkinkan mereka untuk mulai membangun kehidupan baru yang damai dan bahagia,” paparnya.

Istana Buckingham menyatakan, Meghan dan Harry mengerti bahwa mereka diharuskan mundur dari tugas-tugas kerajaan, termasuk jabatan militer resmi. Istana menambahkan bahwa Harry dan Meghan akan mempertahankan patronase dan asosiasi pribadi mereka.

“Meskipun mereka tidak bisa lagi secara resmi mewakili Ratu, keluarga Sussex telah menjelaskan bahwa semua yang mereka lakukan akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Yang Mulia,” demikian pernyataan Istana Buckhingham. “Keluarga Sussex tidak akan menggunakan gelar HRH (His/Her Royal Highness) karena mereka tidak lagi menjadi anggota aktif Keluarga Kerajaan,” ungkapnya.

Istana Buckingham mengatakan tidak akan berkomentar mengenai pengaturan keamanan seperti apa yang akan diterapkan pada Harry dan Meghan. Situs web baru mereka, sussexroyal.com, diperbarui menyusul pernyataan Ratu. “Sejalan dengan pernyataan Yang Mulia Ratu, informasi tentang peran dan tugas Duke dan Duchess of Sussex akan diperbarui di situs web ini pada waktunya,” tulisnya.

Analis keluarga Kerajaan Inggris menyatakan “pengunduran diri” itu menunjukkan kata-kata yang hangat di mana Ratu Elizabeth mengambil tindakan tegas. “Sulit untuk berpikir lebih jernih tentang hal ini. Harry dan Meghan masih menjadi anggota Keluarga Kerajaan, tetapi mereka tidak lagi memiliki status anggota kerajaan,” kata koresponden kerajaan dari BBC, Jonny Dymond.

Dymond mengungkapkan, status baru Meghan dan Harry sangat kontradiksi dan menimbulkan konflik kepentingan. Ada banyak hal yang perlu dijelaskan kepada publik. “Semuanya juga akan dikaji ulang setelah satu tahun,” katanya. (Andikah Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
2 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
4 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
5 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved