Trump Pilih Sanksi sebagai Respon Balasan Atas Serangan Iran
Kamis, 09 Januari 2020 - 21:37 WIB
Trump Pilih Sanksi sebagai Respon Balasan Atas Serangan Iran
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, Washington menerapkan tambahan sanksi ekonomi baru terhadap Teheran, sebagai respon atas serangan Iran. Dia menyebut, sanksi ini akan sangat keras dan akan terus dipertahankan hingga Iran mengubah sikap mereka.
"Ketika kami terus mengevaluasi opsi dalam menanggapi agresi Iran, AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan hukuman pada rezim Iran. Sanksi kuat ini akan tetap sampai Iran mengubah perilakunya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Kamis (9/1/2020).
"Dalam beberapa bulan terakhir saja, Iran telah menangkap kapal-kapal di perairan internasional, menembakkan serangan tidak beralasan ke Arab Saudi dan menembak jatuh dua pesawat tak berawak AS," sambungnya.
Pada saat yang sama, Trump mengklaim bahwa permusuhan dengan Iran meningkat secara substansial setelah kesepakatan nuklir Iran, yang disebut oleh Trump kesepakatan bodoh, ditandatangani.
Trump kemudian mengatakan bahwa tidak ada warga AS yang terluka dalam serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran yang menargetkan pangkalan militer di Irak. Dia menyebut, fasilitas militer itu sendiri hanya mengalami sedikit kerusakan.
"Tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan oleh rezim Iran. Kami tidak menderita korban, semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami. Iran tampaknya mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia," Trump menekankan.
"Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang karena tindakan pencegahan yang diambil, penyebaran pasukan dan sistem peringatan dini yang bekerja dengan sangat baik," tukasnya.
"Ketika kami terus mengevaluasi opsi dalam menanggapi agresi Iran, AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan hukuman pada rezim Iran. Sanksi kuat ini akan tetap sampai Iran mengubah perilakunya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Kamis (9/1/2020).
"Dalam beberapa bulan terakhir saja, Iran telah menangkap kapal-kapal di perairan internasional, menembakkan serangan tidak beralasan ke Arab Saudi dan menembak jatuh dua pesawat tak berawak AS," sambungnya.
Pada saat yang sama, Trump mengklaim bahwa permusuhan dengan Iran meningkat secara substansial setelah kesepakatan nuklir Iran, yang disebut oleh Trump kesepakatan bodoh, ditandatangani.
Trump kemudian mengatakan bahwa tidak ada warga AS yang terluka dalam serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran yang menargetkan pangkalan militer di Irak. Dia menyebut, fasilitas militer itu sendiri hanya mengalami sedikit kerusakan.
"Tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan oleh rezim Iran. Kami tidak menderita korban, semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami. Iran tampaknya mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia," Trump menekankan.
"Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang karena tindakan pencegahan yang diambil, penyebaran pasukan dan sistem peringatan dini yang bekerja dengan sangat baik," tukasnya.
(esn)