Pasca Serangan Iran, AS Minta NATO Lebih Aktif di Timur Tengah
Kamis, 09 Januari 2020 - 16:50 WIB
Pasca Serangan Iran, AS Minta NATO Lebih Aktif di Timur Tengah
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meminta NATO untuk lebih terlibat di Timur Tengah. Hal itu disampaikan Trump saat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.
Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Judd Deere mengatakan, dalam pembicaraan itu Trump menyebut bahwa NATO dapat memainkan peran yang lebih besar untuk menjaga stabilitas dan melawan teroris.
"Trump meminta Sekretaris Jenderal NATO untuk lebih terlibat di Timur Tengah. Mereka sepakat bahwa NATO dapat berkontribusi lebih banyak pada stabilitas regional dan perang melawan terorisme internasional," ucap Deere, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (9/1/2020).
Permintaan AS ini sendiri datang setelah Iran melakukan serangan terhadap dua pangkalan militer AS di Irak. Serangan itu adalah respon atas serangan yang menewaskan pemimpin pasukan elit Iran, Qassem Solemaini.
Pasca melancarkan serangan tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan AS dan sekutu regionalnya agar tidak membalas serangan rudal terhadap pangkalan udara Ain al-Asad di provinsi Anbar barat Irak.
"Kami memperingatkan semua sekutu Amerika, yang memberikan pangkalan mereka tentara terorisnya, bahwa setiap wilayah yang merupakan titik awal dari tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi sasaran," kata IRGC.
Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Judd Deere mengatakan, dalam pembicaraan itu Trump menyebut bahwa NATO dapat memainkan peran yang lebih besar untuk menjaga stabilitas dan melawan teroris.
"Trump meminta Sekretaris Jenderal NATO untuk lebih terlibat di Timur Tengah. Mereka sepakat bahwa NATO dapat berkontribusi lebih banyak pada stabilitas regional dan perang melawan terorisme internasional," ucap Deere, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (9/1/2020).
Permintaan AS ini sendiri datang setelah Iran melakukan serangan terhadap dua pangkalan militer AS di Irak. Serangan itu adalah respon atas serangan yang menewaskan pemimpin pasukan elit Iran, Qassem Solemaini.
Pasca melancarkan serangan tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan AS dan sekutu regionalnya agar tidak membalas serangan rudal terhadap pangkalan udara Ain al-Asad di provinsi Anbar barat Irak.
"Kami memperingatkan semua sekutu Amerika, yang memberikan pangkalan mereka tentara terorisnya, bahwa setiap wilayah yang merupakan titik awal dari tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi sasaran," kata IRGC.
(esn)