Turki: Serangan Terhadap Soleimani Ancam Keamanan di Kawasan
Selasa, 07 Januari 2020 - 02:34 WIB
Turki: Serangan Terhadap Soleimani Ancam Keamanan di Kawasan
A
A
A
ANKARA - Serangan terhadap Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS) memberikan ancaman serius bagi keamanan dan perdamaian di Timur Tengah. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
"Pembunuhan Soleimani adalah risiko serius bagi perdamaian di kawasan itu. Kami akan bekerja dengan negara-negara lain untuk mengurangi ketegangan antara AS dan Iran," kata Cavusoglu dalam sebuah pernyataan.
Dengan maksud ini, kata Cavusoglu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Irak Barham Salih dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
"Dia juga akan berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson," ucap Cavusoglu, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (6/1/2020).
Cavusoglu kemudian mengatakan Erdogan akan turut membahas masalah saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Ankara. Putin dijadwalkan berkunjung ke Ankara pada tengah pekan ini.
"Erdogan dan Putin akan menangani masalah ini secara pribadi. Kita semua memiliki keprihatinan yang sama bahwa Irak tidak boleh berubah menjadi zona konflik untuk negara lain," ujarnya.
"Pembunuhan Soleimani adalah risiko serius bagi perdamaian di kawasan itu. Kami akan bekerja dengan negara-negara lain untuk mengurangi ketegangan antara AS dan Iran," kata Cavusoglu dalam sebuah pernyataan.
Dengan maksud ini, kata Cavusoglu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Irak Barham Salih dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
"Dia juga akan berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson," ucap Cavusoglu, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (6/1/2020).
Cavusoglu kemudian mengatakan Erdogan akan turut membahas masalah saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Ankara. Putin dijadwalkan berkunjung ke Ankara pada tengah pekan ini.
"Erdogan dan Putin akan menangani masalah ini secara pribadi. Kita semua memiliki keprihatinan yang sama bahwa Irak tidak boleh berubah menjadi zona konflik untuk negara lain," ujarnya.
(esn)