Miliarder Elon Musk Pastikan Hyperloop Beroperasi 2020

Selasa, 31 Desember 2019 - 07:21 WIB
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Pastikan Hyperloop Beroperasi 2020
A A A
LOS ANGELES - Teknologi transportasi inovatif dan futuristik hyperloop akan segera menjadi kenyataan. Pendiri, Chief Executive Officer (CEO), dan Kepala Desainer SpaceX Elon Musk mengatakan terowongan kendaraan supercepat itu akan selesai tahun depan.

"Boring Company sedang menyelesaikan terowongan komersial pertamanya di Las Vegas, dari Convention Center menuju Strip. Kemudian, Boring akan mengerjakan proyek-proyek lain," ujar Musk, dalam akun twitternya, menjawab pertanyaan tentang proyek terowongan tersebut, seperti dilansir dari Reuters.

Boring Company merupakan perusahaan yang didirikan Musk pada 2016 untuk mengerjakan proyek konstruksi infrastruktur dan terowongan bawah tanah. Awalnya, Boring Company berada di bawah manajemen SpaceX. Namun, sejak 2018, Boring Company berdiri sendiri. Saham Musk di sana mencapai 90%.

Pemerintah lokal Las Vegas menunjuk Boring Company untuk merancang, membangun, dan mengelola terowongan kembar yang dapat mengirim 8-16 penumpang dalam kendaraan otonom. Pembangunan jalur transportasi bawah tanah dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di jalan raya Las Vegas dan Los Angeles.

“Terowongan itu hanya akan digunakan untuk kendaraan bebas emisi,” ujar Musk, dilansir Daily Mail. “Ini hanyalah jalur bawah tanah yang penggunaannya terbatas pada kendaraan listrik. Tentu saja, kalian semua tidak wajib menggunakan terowongan ini! Ini hanyalah jalan alternatif selain jalan raya,” tambah Musk.

Salah satu kendaraan yang dapat digunakan ialah hyperloop. Keberhasilan pembangunan di Las Vegas kemungkinan besar akan diikuti proyek lain di Washington, New York, dan Chicago. Estimasi awal biaya pembangunan sekitar USD35 juta. Namun, kenyataannya, biayanya melambung tinggi hingga USD52,5 juta.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga mengeluarkan izin pengoperasian hyperloop. Hyperloop bukan imajinasi belaka. Hyperloop One– perusahaan yang tidak terafiliasi dengan Elon Musk, sukses melakukan uji coba hyperloop XP-1 pada 29 Juli 2017 di Nevada dengan kecepatan antara 310-600 kilometer per jam.

”The Boring Company ingin mempercepat pengembangan teknologi ini,” ungkap perusahaan energi dan otomotif Tesla Inc, juga milik Musk. Musk pertama kali memperkenalkan ide itu pada 2013. Dia dan tim SpaceX mengaku sudah berhasil merinci konsep desain dan teknologi yang akan digunakan dalam hyperloop.

”Semua berjalan lancar selama uji coba,” papar Hyperloop One. Sebulan sebelumnya, Hyperloop One juga menjalani uji coba di Nevada. Saat itu, tabung kendaraan tidak bergerak sesuai harapan sehingga Hyperloop One mengajukan uji coba lagi. Saat ini, tabung itu bergerak dengan kekuatan 3.151 tenaga kuda.

Hyperloop berbentuk tabung panjang berisi ruangan hampa udara. Tabung itu melayang di atas lintasan terowongan dengan tekanan setara di kedalaman 60 kilometer di bawah permukaan laut. Sistem ini menggunakan teknologi mutakhir ”maglev” yang juga banyak dipakai kereta berkecepatan tinggi di Jepang.

Kecepatan hyperloop juga dapat menyamai kecepatan suara karena tidak terdapat gesekan seperti pada kereta konvensional. ”Hyperloop pod XP-1 mampu bergerak dengan sempurna dan mengalahkan semua rekor sebelumnya. Uji coba ini merupakan tahapan yang penting,” ungkap laporan laman teknologi Big Think.

Hyperloop One sendiri sudah meneken kerja sama dengan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun jalur hyperloop di Abu Dhabi, dalam lima tahun mendatang. Hyperloop One bekerja sama dengan perusahaan arsitektur Denmark, Bjarke Ingels Group (BIG), serta merangkul insinyur AECOM dan Arup.

Soal pendanaan, Hyperloop One juga tak kalah dengan Musk. Pasalnya, perusahaan tersebut mendapat dukungan dari World Group of Dubai, perusahaan kereta nasional Prancis SNCF, konglomerasi industri AS General Electric (GE), dan dana pemerintah Rusia RDIF. Perusahaan itu didukung tiga konglomerasi dunia.

Selain di AS dan UEA, hyperloop juga berpeluang hadir di Tanah Air. Hyperloop Transportation Technologies (HTT) mengumumkan akan melakukan studi kelayakan di Indonesia dengan investasi USD2,5 juta (Rp33,3 miliar). HTT meyakini sekitar 2020 atau 2021, hyperloop akan mulai beroperasi di Tanah Air.

HTT menandatangani kesepakatan studi kelayakan dengan investor dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kesepakatan itu ditujukan untuk mengukur kelayakan hyperloop di Jakarta dan melihat potensi konektivitas antara Pulau Jawa dan Sumatera. Kesepakatan itu adalah yang pertama di Asia Tenggara.

Jakarta dipilih karena merupakan kota supersibuk dan menjadi pusat aktivitas bisnis, perdagangan, dan pemerintahan. Selain itu, Jakarta adalah salah satu kota di dunia dengan kemacetan terburuk. Dengan hyperloop, waktu tempuh dari Jakarta menuju Yogyakarta diestimasikan akan berkurang menjadi sekitar 25 menit.
(don)
Berita Terkait
Salah Transfer, Pria...
Salah Transfer, Pria Ini Jadi Manusia Terkaya di Dunia dengan Rp1.409 Kuintiliun
Dapat Transferan Nyasar...
Dapat Transferan Nyasar Rp1 Sekstiliun, Pria Ini Jadi Orang Terkaya Sejagat dalam 2 Menit
10 Petinju Amerika Serikat...
10 Petinju Amerika Serikat Terkaya Sepanjang Sejarah: Jagoanmu Masuk Daftar Sultan?
Mengenal Alexandr Wang,...
Mengenal Alexandr Wang, Pria Muda Putus Sekolah yang Kini Punya Harta Rp14,5 Triliun
China Salip Amerika...
China Salip Amerika Sebagai Negara yang Punya Jumlah Miliarder Terbanyak
10 Negara dengan Jumlah...
10 Negara dengan Jumlah Miliarder Terbanyak di 2025, AS Masih Jadi Jawaranya
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
30 menit yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
4 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
5 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
7 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
8 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved