Tren Baru, Warga Kota Pilih Hidup Sederhana di Pedesaan China

Selasa, 31 Desember 2019 - 04:03 WIB
Tren Baru, Warga Kota...
Tren Baru, Warga Kota Pilih Hidup Sederhana di Pedesaan China
A A A
GUANZHONG - Yang Zhaoyu keluar dari pekerjaannya di satu kota besar China sembilan bulan lalu dan pindah ke komunitas kecil yang mendorong hidup lestari dan konsumsi bertanggung jawab.

"Setelah lulus kuliah, saya menjalani hidup yang sangat mainstream. Saya kencan, lalu menikah dan mendapat pekerjaan," papar mantan pengembang software berumur 30 tahun itu pada Reuters.

Namun Yang menyadari dia ingin sesuatu yang berbeda, sehingga dia melepas karirnya di Suzhou, barat Shanghai, dan menemukan hidup baru di komunitas yang menjalankan hidup berkelanjutan dan pertanian organik.

Kota-kota besar di China telah menarik ratusan juta orang dari desa-desa dan kota kecil untuk mencari kerja dan kekayaan. Namun orang seperti Yamgn adalah bagian dari tren yang muncul ke arah yang berbeda.

Survei terbaru pada orang berumur 18-35 tahun menemukan 52% orang yang hidup di kota lebih kecil, telah pindah ke sana setelah tiga tahun tinggal di kota lebih besar.

Dinamakan AnotherCommunity, rumah baru Yang berjarak satu jam di luar kota Fushou, provinsi Fujian, di desa yang disebut Guanzhong. Komunitas itu didirikan oleh Tang Guanhua, 30, dan istrinya Xing Zhen, 35, pada akhir 2015.

Setelah setahun di AnotherCommunity, penduduk di sana dapat memiliki suara dalam menentukan berbagai urusan mereka dan menggunakan dana bersama serta sumber daya bersama. Saat ini ada lima anggota tetap.

Komunitas itu dibuka untuk publik selama empat bulan percobaan. Sejak pertengahan Oktober, lebih dari 20 calon penduduk, dari mantan programmer kmputer hingga guru bahasa Inggris online serta videographer freelance, telah mendaftar untuk bergabung komunitas itu.

Videografer freelance Chen Yan menyatakan dia awalnya hanya ingin tinggal di sana sepekan saat dia datang pada Oktober, tapi kemudian bertahan hingga sebulan."Saya tinggal di kamar yang setengah terbuka dan tetap terhubung dunia luar, ke pegunungan. Saya tinggal lebih lama karena saya ingin terus merasakan kemelimpahan dan kekayaan itu," ungkap Chen Yan.
(sfn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
1 jam yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
4 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
8 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
9 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved