China: AS Masih Berutang Penjelasan Soal Serangan Siber Global

Kamis, 26 Desember 2019 - 22:03 WIB
China: AS Masih Berutang...
China: AS Masih Berutang Penjelasan Soal Serangan Siber Global
A A A
BEIJING -

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian menuturkan, Amerika Serikat (AS) telah gagal memberikan penjelasan kepada masyarakat dunia tentang kasus mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden serta pengungkapannya tentang pengawasan global Washington. Hal ini, papar Wu, telah mencoreng citra AS.

"Mengenai masalah keamanan siber, AS telah mencoreng citranya sendiri," kata Wu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (26/12/2019).

"AS masih berhutang penjelasan kepada komunitas global tentang kasus Snowden dan pengungkapannya tentang peretasan ekstensif data rahasia dan serangan dunia maya terhadap negara-negara lain. Pada saat yang sama, AS terus menunjuk ke negara-negara lain yang tidak sesuai dengan hukum tersebut," sambungnya.

Dia lalu mengatakan, anggaran pertahanan AS pada tahun 2020 akan menjadi USD 738 miliar atau lebih dari 40% dari pengeluaran global untuk sektor ini. Oleh karena itu, pernyataan oleh para pejabat Amerika tentang ancaman militer yang ditimbulkan oleh China tidak berdasar.

"Selama beberapa tahun terakhir, AS telah melancarkan perang di seluruh dunia, melanggar kedaulatan negara-negara lain, meninggalkan mereka dalam abu ketika mereka merobek-robek tempat-tempat ini. Selain itu, sejumlah besar orang tak berdosa telah terbunuh dan terluka, dengan banyak dari mereka kehilangan rumah dan menjadi pengungsi," kata juru bicara itu.

"Pejabat Amerika mengkritik kami tanpa alasan, tetapi dalam pandangan saya, setiap kata dan ungkapan mereka menggambarkan AS," tukasnya.

Pada 2013, Snowden membocorkan informasi tentang metode pengawasan elektronik yang telah digunakan dinas intelijen AS, termasuk penyadapan ilegal pembicaraan para pemimpin asing.

Melarikan diri dari penuntutan yang akan segera terjadi, Snowden mengirim permintaan suaka ke beberapa negara, termasuk Rusia. Pada 1 Agustus 2014, ia menerima izin tinggal Rusia yang berlaku selama tiga tahun, yang kemudian diperpanjang untuk tiga tahun berikutnya.

(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
7 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved