Tewaskan 5 Anak, Israel Akui Kesalahan dalam Serangan di Gaza

Rabu, 25 Desember 2019 - 11:47 WIB
Tewaskan 5 Anak, Israel...
Tewaskan 5 Anak, Israel Akui Kesalahan dalam Serangan di Gaza
A A A
GAZA - Tentara Israel mengakui ada kesalahan dalam penilaian risiko terkait serangan udara di Gaza pada 14 November 2019. Serangan yang diklaim mengincar komandan Jihad Islam Palestina itu menewaskan sembilan orang sekeluarga, termasuk lima anak.

Serangan saat itu diklaim menargetkan rumah Rasmi Abu Malhous, yang oleh tentara Zionis digambarkan sebagai komandan Jihad Islam Palestina, kelompok gerilyawan di Gaza yang membuat militer Zionis melancarkan operasi militer selama tiga hari.

Malhous dan delapan anggota keluarganya terbunuh oleh serangan itu, termasuk lima anak.

Sebuah pernyataan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa informasi intelijen yang dikumpulkan sebelum serangan itu mengindikasikan bahwa kediaman tersebut ditetapkan sebagai kompleks militer organisasi teror Jihad Islam.

"Tentara telah memperkirakan bahwa warga sipil tidak akan dirugikan sebagai akibat dari serangan di situs tersebut, yang diyakini tidak dapat diakses oleh anggota masyarakat," kata IDF.

"Penyelidikan militer kemudian menemukan bahwa meskipun aktivitas militer dilakukan di markas, itu bukan kompleks tertutup, dan pada kenyataannya warga sipil hadir di sana," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (25/12/2019).

Tentara Israel menyatakan akan belajar dari kesalahan untuk mengurangi terulangnya kejadian serupa.

Kendati demikian, IDF mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan upaya besar untuk meminimalkan kerusakan terhadap non-milisi.

Laporan IDF juga menyalahkan kelompok Jihad Islam Palestina karena mengeksploitasi dan membahayakan non-kombatan. "Dengan menempatkan aset militernya di jantung populasi sipil dan dengan sengaja bertindak dari dalam wilayah sipil yang padat penduduk," imbuh pernyataan IDF.

Gejolak tiga hari dimulai ketika Israel membunuh seorang pejabat senior Jihad Islam Palestina di Gaza pada 12 November. Kelompok itu, yang bersekutu erat dengan penguasa Hamas di Gaza, merespons dengan menembakkan lebih dari 450 roket ke Israel.

Selama konfrontasi, pasukan Israel menyerang puluhan target di Jalur Gaza. Para pejabat Palestina mengatakan 35 warga Palestina di Gaza terbunuh dan lebih dari 100 lainnya terluka. Sedangkan di pihak Israel tidak ada korban jiwa.

Dalam laporan hari Selasa, tentara Israel mengatakan operasi pada November telah sukses. "Sukses memberikan pukulan pada Jihad Islam dan melayani untuk meningkatkan keamanan warga sipil Israel dan membantu mencegah kampanye militer yang lebih luas," papar militer Zionis.
(mas)
Berita Terkait
Penduduk Israel Terpapar...
Penduduk Israel Terpapar Radiasi Berbahaya Sistem Rudal Iron Dome
Sehebat-hebatnya Iron...
Sehebat-hebatnya Iron Dome Israel, Bobol Juga oleh Rudal Sijeel Hamas
Selain Israel, Ini Daftar...
Selain Israel, Ini Daftar Negara yang Memiliki Iron Dome
Begini Cara Kerja Iron...
Begini Cara Kerja Iron Dome Israel yang Dapat Ditembus Hamas
Roket-roket Hizbullah...
Roket-roket Hizbullah Tembus Iron Dome, 1 Tentara Israel Tewas, 8 Lainnya Luka
Kebobolan Roket Hamas,...
Kebobolan Roket Hamas, Ini Kelemahan Sistem Rudal Iron Dome Israel
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
26 menit yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
2 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
10 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
11 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
12 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved