ICC Siap Selidiki Kejahatan Perang Israel, Netanyahu Kesal

Senin, 23 Desember 2019 - 02:05 WIB
ICC Siap Selidiki Kejahatan...
ICC Siap Selidiki Kejahatan Perang Israel, Netanyahu Kesal
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam keputusan jaksa penuntut dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk memulai penyelidikan atas kejahatan perang Israel terhadap Palestina. Netanyahu mengatakan, Israel tidak akan tinggal diam.

Netanyahu menyatakan, dengan keputusan jaksa penuntut, ICC telah menjadi amunisi dalam pertempuran politik melawan Israel. Netanyahu menuturkan, ada tiga yang yang dianggap absurd atas keputusan ICC tersebut.

"Hal pertama, ICC seharusnya menjadi arena di mana negara-negara dapat memerangi pelanggaran hak asasi manusia yang serius, yang telah terjadi di negara-negara di mana tidak ada sistem hukum," kata Netanyahu.

"Sebaliknya, apa yang telah terjadi di sini, ICC menerima klaim oleh Palestina yang tidak memiliki negara, terhadap satu-satunya demokrasi di Timur Tengah, di mana ICC tidak memiliki yurisdiksi," sambungnya, seperti dilansir Jpost pada Senin (23/12/2019).

Kedua, ucap Netanyahu, ICC sedang mencoba untuk mengubah fakta bahwa orang-orang Yahudi berusaha hidup di tanah air alkitabiah mereka menjadi kejahatan perang, yang bertentangan dengan kebenaran sejarah.

"Terakhir, siapa yang dituduh di sini, Iran, Suriah atau Turki? Tidak, Israel, satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah. Israel akan memperjuangkan haknya dan kebenaran historisnya dengan semua alat yang dimilikinya," tukasnya.

Sebelumnya diwartakan, Jaksa Penuntut ICC, Fatou Bensouda mengambil langkah besar dengan mengumumkan kesiapannya untuk membuka penyelidikan dugaan kejahatan perang Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Pengumuman ini mengakhiri lima tahun penyelidikan awal terhadap dugaan kejahatan oleh pasukan Israel.

"Saya puas bahwa ada dasar yang masuk akal untuk melanjutkan penyelidikan atas situasi di Palestina. Kejahatan perang telah atau sedang dilakukan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza," kata Bensouda dan mengatakan dia sekarang telah meminta para hakim untuk menguraikan ruang lingkup penyelidikan secara geografis.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
4 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
6 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
7 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
8 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved