Israel Larang Umat Kristen Gaza Rayakan Natal di Yerusalem dan Betlehem

Sabtu, 14 Desember 2019 - 06:26 WIB
Israel Larang Umat Kristen...
Israel Larang Umat Kristen Gaza Rayakan Natal di Yerusalem dan Betlehem
A A A
YERUSALEM - Israel menolak untuk mengeluarkan izin perjalanan bagi umat Kristen di Gaza guna menghadiri perayaan Natal di kota-kota suci seperti Betlehem dan Yerusalem.

"Umat Kristen Gaza akan diberikan izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri tetapi tidak ada yang akan diizinkan pergi ke Israel dan Tepi Barat yang diduduki, tempat bagi banyak situs suci umat Kriste," kata seorang juru bicara untuk penghubung militer Israel dengan Palestina seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/12/2019).

Juru bicara itu mengatakan mengikuti apa yang disebutnya sebagai "perintah keamanan" itu, warga Gaza akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri melalui perbatasan Allenby Bridge Israel dengan Yordania tetapi tidak mengunjungi kota-kota di Israel atau Tepi Barat.

Gaza hanya memiliki sekitar 1.000 umat Kristen - kebanyakan dari mereka adalah Ortodoks Yunani - di antara populasi 2 juta di jalur pantai yang sempit.

Keputusan tahun ini adalah sebuah terobosan dibandingkan dengan kebijakan sebelum-sebelumnya. Tahun lalu, Israel memberikan izin bagi hampir 700 orang Kristen Gaza untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem, Betlehem, Nazareth dan kota-kota suci lainnya yang menarik ribuan peziarah setiap musim liburan.

Gisha, sebuah kelompok hak asasi Israel, mengatakan larangan itu menunjuk pada intensifikasi pembatasan akses antara dua bagian wilayah Palestina. Mereka menyebutnya sebagai pendalaman kebijakan pemisahan Israel untuk Tepi Barat dan Gaza.

Di Gaza, seorang wanita Kristen menyuarakan harapan Israel akan membalikkan kebijakannya sehingga ia dapat mengunjungi keluarganya di kota Ramallah, Tepi Barat.

"Setiap tahun saya berdoa mereka akan memberi saya izin agar saya dapat merayakan Natal dan melihat keluarga saya," kata Randa El-Amash (50).

"Akan lebih menyenangkan untuk merayakan (Natal) di Betlehem dan di Yerusalem," imbuhnya.

Para pemimpin Kristen di Yerusalem mengutuk langkah itu, tetapi menambahkan bahwa mereka meminta otoritas Israel untuk mencabut keputusan itu.

“Orang lain di seluruh dunia diizinkan bepergian ke Betlehem. Kami pikir orang Kristen Gaza juga harus memiliki hak itu,” kata Wadie Abu Nassar, seorang penasihat pemimpin gereja setempat.Israel dengan ketat membatasi pergerakan keluar dari Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas, sebuah kelompok Islam yang dianggap sebagai organisasi teroris.'
Di masa lalu Israel telah membela pembatasannya terhadap warga Gaza yang melakukan perjalanan ke Tepi Barat, dengan mengatakan banyak warga Palestina dari Gaza tetap tinggal secara ilegal ketika diberikan izin jangka pendek.

Palestina berusaha mendirikan negara di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah pada 1967.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
6 Juta Warga Palestina...
6 Juta Warga Palestina Mengungsi di Lebanon, Suriah, Yordania, dan Tepi Barat
Israel Bebaskan 33 Tahanan...
Israel Bebaskan 33 Tahanan Palestina
Serangan Israel ke Jalur...
Serangan Israel ke Jalur Gaza Tewaskan 24 Warga Sipil
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
6 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
7 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
7 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved