Pengakuan Kesetaraan Hak Politik Pria dan Wanita Jadi Dasar Demokrasi

Jum'at, 06 Desember 2019 - 15:58 WIB
Pengakuan Kesetaraan...
Pengakuan Kesetaraan Hak Politik Pria dan Wanita Jadi Dasar Demokrasi
A A A
NUSA DUA - Pengakuan prinsip kesetaraan hak politik antara laki-laki dan perempuan adalah dasar dari sebuah demokrasi yang baik. Pendapat itu disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, saat menutup Bali Democracy Forum (BDF) ke-12, Jumat (6/12/2019).

"Pengakuan prinsip kesetaraan hak politik dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dimulai dengan keyakinan bahwa negara demokrasi perlu memfasilitasi semua suara orang dari berbagai latar belakang sosial," katanya.

"Oleh karena itu, partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan dan komunitas mereka menjadi bagian penting dari demokrasi itu sendiri. Peran perempuan ini mendukung ketahanan demokratis negara, terutama dalam dinamika geopolitik saat ini," ujar politisi Golkar ini.

Menurutnya, ketahanan demokratis diperlukan untuk memperkuat lembaga-lembaga negara dan mempromosikan budaya inklusif sebagai prasyarat untuk Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan demokratis suatu negara adalah meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses demokratisasi menuju demokrasi inklusif.

Dia menambahkan, perspektif wanita untuk menuju demokrasi inklusif adalah persyaratan penting. Dalam hal ini, lanjut Meutya, BDF ke-12 melakukan panel khusus untuk perempuan yang berfokus pada hubungan dan urgensi antara kepemimpinan perempuan, inklusivitas dan demokrasi.

"Dalam dua hari terakhir, kami telah menyaksikan berbagai perspektif dan wawasan tentang tantangan dalam mendorong demokrasi inklusif dan upaya yang diperlukan untuk mengatasi tantangan ini," kata mantan jurnalis perempuan ini.

"Saya dengan tulus berharap bahwa semua peserta dapat mengambil manfaat dari forum ini dengan banyak pengalaman, pembelajaran, dan ide-ide baru untuk berkontribusi pada cita-cita demokrasi masing-masing negara," paparnya.

"Atas nama Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua delegasi yang berpartisipasi dan berkontribusi pada keberhasilan forum ini. Kami juga berterima kasih kepada para panelis karena memberi kami wawasan baru, serta para fasilitator yang membantu kami mempercepat diskusi kami," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
RI Ajak Australia Cegah...
RI Ajak Australia Cegah Kawasan Jadi Arena Kontes Geopolitik Dunia
Sekjen PBB Puji Indonesia...
Sekjen PBB Puji Indonesia Redam Konflik di Myanmar
Pentingnya Forum Lintas...
Pentingnya Forum Lintas Agama di ASEAN
Jokowi Konfirmasi Sekjen...
Jokowi Konfirmasi Sekjen PBB Hadir di KTT G20 Bali
SBY Angkat Isu Demokrasi...
SBY Angkat Isu Demokrasi dan Lingkungan dalam Habibie Democracy Forum 2025
Diplomasi Forum Demokrasi...
Diplomasi Forum Demokrasi Bali
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
5 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
6 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
7 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved