Jika Gagal Turunkan Emisi, Dunia di Ambang Bencana Iklim

Minggu, 01 Desember 2019 - 06:18 WIB
Jika Gagal Turunkan...
Jika Gagal Turunkan Emisi, Dunia di Ambang Bencana Iklim
A A A
PARIS - PBB menyatakan dunia akan kehilangan kesempatan untuk mencegah bencana iklim tanpa adanya penurunan langsung dan menyeluruh emisi bahan bakar fosil. Hal itu disampaikan PBB dalam penilaian tahunannya tentang gas rumah kaca.

Program Lingkungan PBB (UNEP), seperti dilansir Channel News Asia mengatakan, emisi global perlu turun 7,6 persen setiap tahunnya, hingga tahun 2030 untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius.

Kenyataan pahitnya adalah, emisi telah meningkat rata-rata 1,5 persen per tahun selama dekade terakhir, mencapai rekor 55,3 miliar ton CO2 atau setara gas rumah kaca pada 2018. Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mencapai rekor sepanjang masa pada tahun 2018. Kondisi ini terjadi tiga tahun setelah 195 negara menandatangani perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

Kesepakatan Paris memaksa negara-negara penandatangan untuk berkomitmen untuk membatasi kenaikan suhu di atas tingkat pra-industri untuk "jauh di bawah" dua derajat Celcius atau setidaknya ke tingkat 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan. Untuk melakukannya, mereka sepakat tentang perlunya mengurangi emisi dan bekerja menuju dunia rendah karbon dalam beberapa dekade ke depan.

Namun, PBB menemukan bahwa meskipun mempertimbangkan kesepakatan Paris saat ini, dunia berada di jalur untuk kenaikan suhu 3,2 derajat Celcius, sesuatu yang dikhawatirkan para ilmuwan dapat menciptakan sebuah bencana iklim.

Sementara itu bersikeras bahwa tujuan 1,5 derajat Celcius masih dapat dicapai, PBB mengakui bahwa ini akan membutuhkan pergolakan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana ekonomi dunia saat ini masih sangat didorong oleh pertumbuhan berbahan bakar minyak dan gas.

"Kami gagal mengekang emisi gas rumah kaca. Kecuali jika kita mengambil tindakan segera sekarang dan melakukan pengurangan emisi global yang sangat signifikan, kita akan kehilangan target 1,5 derajat Celcius," kata Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen.

Sementara itu, tahun lalu Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, badan ilmiah terkemuka di dunia tentang masalah ini, mengeluarkan peringatan bahwa melampaui 1,5 derajat Celcius akan meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas, superstorms, dan banjir massal.

Dengan hanya satu derajat Celcius pemanasan sejauh ini, 2019 diproyeksikan menjadi terpanas kedua dalam sejarah manusia, setahun dirusak oleh kebakaran hutan dan topan mematikan yang lebih sering terjadi ketika suhu naik.

Dengan terlepas dari perlunya tindakan segera, dengan permintaan energi global akan terus meningkat selama bertahun-tahun. PBB sendiri mengakui bahwa tidak ada tanda-tanda emisi gas (rumah kaca) memuncak dalam beberapa tahun mendatang.

John Ferguson, direktur analisis negara di The Economist Intelligence Unity mengatakan, ia pesimis bahwa negara-negara dapat melakukan pengurangan emisi pada waktu yang diperlukan.

"Ada celah emisi, tetapi ada juga celah antara retorika dan tindakan, dan celah itu menjelaskan pesimisme saya bahwa kita tidak akan membatasi hingga 1,5 derajat Celcius," katanya.
(esn)
Berita Terkait
3 Bintang Timnas Prancis...
3 Bintang Timnas Prancis Korban Pelecehan Rasis usai Gagal Juara Piala Dunia
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Prancis Ditahan Imbang...
Prancis Ditahan Imbang Bosnia 1-1
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
Berhasil Pecahkan Kutukan,...
Berhasil Pecahkan Kutukan, Fans Timnas Prancis Percaya Diri Juara Piala Dunia Lagi
Berita Terkini
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
11 menit yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
1 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
5 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved